
DIDIK GENERASI PENERUS : Pelajar SDN Airlangga III Surabaya sedang belajar konsep koding. (Istimewa)
JawaPos.com-Persiapan generasi muda menghadapi era digital tak bisa menunggu lama. Salah satunya lewat pendidikan koding sejak sekolah dasar. Langkah ini diharapkan bisa menumbuhkan talenta muda yang siap bersaing di industri teknologi.
CEO dan Founder Koding Akademi, Anak Agung Gde Rai Adi Putra Sanjaya (Adi), menyebut Surabaya punya banyak bibit unggul di bidang koding dan robotika. “Banyak anak-anak dengan potensi luar biasa. Mereka hanya butuh wadah dan bimbingan yang tepat,” ujarnya kemarin (9/10).
Sejak 2022, Koding Akademi bekerja sama dengan Wismilak Foundation menjangkau lebih dari 40 institusi pendidikan dan komunitas di Surabaya. Program yang mereka jalankan, AksiLiterasi Digital, terus berkembang dari tahun ke tahun.
“Tahun depan kami akan fokus memperkuat literasi koding dan kecerdasan artifisial,” tambah Adi.
Penutupan AksiLiterasi Digital tahun ini digelar di SDN Airlangga III Surabaya. Para siswa tampak antusias mengikuti latihan mengisi angka dalam kolom koding sebagai pengenalan dasar. Sekolah ini menjadi lokasi terakhir dari rangkaian kegiatan tahun ini.
“Tahun ini kami menjangkau 12 SD di Surabaya. Potensinya luar biasa, jadi kami berencana melanjutkan program ini ke tahap berikutnya,” tegasnya.
Adi menuturkan, pembelajaran koding tidak hanya mengasah kemampuan teknologi dan berpikir komputasional. “Anak-anak juga belajar empati, berpikir kritis, dan bekerja sama,” jelasnya.
Dalam setiap lokakarya, siswa diajak belajar logika dasar, menulis baris kode sederhana, hingga merancang permainan digital buatan mereka sendiri. Kegiatan juga dikemas berbasis proyek dengan tema lingkungan agar siswa terhubung dengan isu sekitar.
“Dalam lokakarya robotika, siswa belajar menggerakkan robot dengan menulis perintah koding. Mereka bekerja sama menulis perintah yang membuat robot bergerak sesuai instruksi,” tambah Adi.
Sementara itu, Sri Rahayu, guru sekaligus humas SDN Airlangga III, mengapresiasi program tersebut. “Literasi koding bukan sekadar kemampuan algoritma, tapi keterampilan penting di era industri 4.0 dan 5.0,” katanya.
Ia berharap pelatihan semacam ini bisa terus berlanjut. “Kami senang anak-anak mendapat pengalaman belajar langsung. Semoga Wismilak Foundation dapat melanjutkan pelatihan ini secara berkelanjutan,” papar dia. (*)

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
