
Sidik Jari Rusak, Tim DVI Polri Hadapi Kendala Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sebanyak 14 sampel DNA korban meninggal dunia dalam tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, dikirim ke Laboratorium Mabes Polri di Jakarta, Selasa (7/10).
"Khusus hari ini, tadi pagi ada 14 (sampel DNA korban) dan itu terakhir, mudah mudahan tidak ada lagi kiriman dari (Ponpes Al Khoziny) Sidoarjo," tutur Kepala Biddokkes Polda Jatim, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki.
Lebih lanjut, Kombes Pol Khusnan mengatakan secara keseluruhan, tak ada kendala berarti dalam melakukan proses identifikasi jenazah korban tragedi Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Selasa (7/10).
"Bagi kami, DVI Polda Jatim tidak ada kendala pada prinsipnya, jadi kita melakukan sesuai kaidah kaidah DVI internasional," tutur Kombes Pol Khusnan dalam konferensi pers di RS Bhayangkara, Surabaya, Selasa (7/10).
Proses identifikasi yang dilakukan Tim DVI, lanjut Kompol Khusnan, adalah dengan mencocokan ante mortem dan post mortem, baik melalui data primer (seperti gigi, rambut) maupun data sekundur (properti pribadi).
"Kemudian tes DNA nya. Jadi, dua-duanya berjalan. Oleh sebab itu bukan hanya medis, tetapi DNA juga (dilakukan untuk mengidentifikasi jenazah korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo)," imbuhnya.
Kombes Pol Khusnan mengatakan operasi DVI masih terus berjalan dengan pendalaman data ante morterm dan post mortem. Pihaknya berjanji akan semaksimal mungkin untuk mengidentifikasi seluruh korban.
"Hari ini, Selasa (7/10) pukul 20.26 WIB, Tim DVI Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi 17 jenazah, sehingga total sudah ada 34 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima, berhasil teridentifikasi," terang Khusnan.
Ketika ditanya apakah 34 jenazah korban yang teridentifikasi, seluruhnya berstatus santri, Kombes Pol Khusnan tak berkenan menjawab. Ia mengatakan, hal tersebut bukan kapasitas atau di bawah wewenangnya.
"Kami hanya identifikasi kepemilikan keluarga, jadi kalau masalah santri atau tidak, kita tidak mendalami ke arah sana, kami mendalami ini keluarga siapa, begitu," pungkasnya.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.
Setelah 9 hari berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB.
Data terakhir, korban dalam bencana non alam ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 8 body part. Dari puluhan korban meninggal dunia, 34 berhasil teridentifikasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022