Gubernur Khofifah Tegaskan: Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny Tidak Bisa Terburu-buru. (Humas Pemprov Jatim)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan pihaknya akan terus mengawal proses identifikasi korban tragedi Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, yang sedang berlangsung di RS Bhayangkara.
"Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus berada di lokasi hingga seluruh korban berhasil di identifikasi dengan aman dan tuntas," tutur Gubernur Khofifah setelah meninjau lokasi Pondok Pesantren Al Khoziny, Selasa (7/10).
Pada kesempatan yang sama, ia menyampaikan bahwa per hari ini, Selasa (7/10) operasi SAR resmi ditutup, setelah puing-puing bangunan sudah dibersihkan 100 persen, sehingga tugas penyelamatan dinyatakan selesai.
“Per hari ini fokus penanganan di RS Bhayangkara Polda Jatim bersama Tim DVI. Pendampingan psikologis dan spiritual sangat penting agar para santri bisa pulih dari trauma," imbuhnya.
Gubernur Jatim menegaskan bahwa penanganan pasca bencana menjadi tanggung jawab bersama, antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat. Keluarga korban diminta untuk bersabar menunggu hasil identifikasi.
"Bagi wali santri dan keluarga yang masih menunggu proses identifikasi mohon berdabar, kuat, tabah dan iklhas sampai hasil identifikasi dilakukan rekonsiliasi oleh Tim DVI dan ahli," terang Khofifah.
Tak lupa, Gubernur Khofifah menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban atas bencana non alam rubuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo.
"Atas nama pribadi dan Pemprov Jatim, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” tukasnya.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.
Setelah 9 hari berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB.
Data terakhir, korban dalam bencana non alam ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 7 body part. Dari puluhan korban meninggal dunia, 17 berhasil teridentifikasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
