
Sepekan Operasi SAR, Progres Pengangkatan Material Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Capai 75 Persen. (Dokumentasi Basarnas Surabaya)
JawaPos.com - Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban dalam tragedi runtuhnya bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Senin (29/9) lalu, sudah berjalan sepekan.
Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Yudhi Bramantyo mengatakan bahwa saat ini, pihaknya fokus pada proses pengangkatan material bangunan untuk menemukan korban hilang.
"Kita akan tetap maksimalkan 24 jam untuk menemukan adik-adik kita yang masih di dalam. Saya kira progres (pengangkatan material) bangunan sudah hampir 75 persen," tutur SAR Mission Coordinator (SMC) tersebut.
Ke depan, pengangkatan material difokuskan pada sisi kanan yang menempel dengan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny. Karena memerlukan kehati-hatian lebih, ahli konstruksi pun dilibatkan.
Bramantyo tak menampik bahwa kondisi reruntuhan bangunan yang rapuh berisiko menimbulkan rubuh susulan, yang dikhawatirkan bisa berdampak pada bangunan-bangunan disekelilingnya.
"Makanya kami tetap minta pertimbangan dari pihak ahlinya, termasuk ahli konstruksi dari ITS. Dari kemarin sampai hari ini (fokus) di A3 dan A4, jadi di tengah luar mushala itu rata-rata yang kita temukan, sejak kemarin semua berada di situ," imbuhnya.
Sebagai informasi, ada empat zona dalam operasi pencarian dan evakuasi korban tragedi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.
Di antaranya zona A1 (dekat pintu keluar), zona A2 (bagian belakang dan berhadapan langsung dengan dinding asrama), zona A3 (bagian atas), dan Zona A4 (disamping kanan A1, di bawah reruntuhan beton).
"Kami (Tim SAR gabungan) berusaha mungkin 2-3 hari ke depan. Untuk proses pembersihan mungkin hari ini tidak bisa. Senin juga belum kemungkinan kami upayakan hari Selasa (7 Oktober 2025)," terang Bramantyo.
Ketika ditanya terkait berapa korban yang masih tertimbun dalam reruntuhan bangunan, Bramantyo enggan menjawab. Ia menegaskan pihaknya akan menyisir seluruh sudut bangunan hingga tidak ada lagi korban.
"Saya tidak dapat menyebutkan perkiraan berapa (korban yang masih terimbun). Tetapi yang jelas kami akan tetap melakukan kegiatan ini mungkin seberapapun yang kami dapat sampai yakin tidak ada lagi," tukasnya.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.
Hingga Senin (6/10) pukul 10.00 WIB, sebanyak 158 orang berhasil dievakuasi, dengan rincian 104 korban selamat dan 54 korban meninggal dunia, termasuk 5 body part. Diduga belasan orang masih tertimbun dalam reruntuhan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022