Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Oktober 2025 | 17.49 WIB

Ratusan Polisi Dikerahkan Kawal Evakuasi Korban Musala Ambruk di Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

Ratusan Polisi Dikerahkan Kawal Evakuasi Korban Musala Ambruk di Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Ratusan Polisi Dikerahkan Kawal Evakuasi Korban Musala Ambruk di Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Polresta Sidoarjo mengerahkan ratusan personelnya untuk mengawal jalannya proses evakuasi dan pencarian korban dalam tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran.

Sejak Kamis atau hari keempat, mereka dikerahkan untuk membantu proses pengangkatan puing-puing bangunan, termasuk mengatur arus lalu lintas dan pengamanan di berbagai titik strategis.

"Ada 208 personel tersprin dalam pengamanan proses evakuasi di Ponpes Al-Khoziny. Kami sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas bila diperlukan," tutur Kabag Ops Polresta Sidoarjo, Kompol M Irfan, Jumat (3/10).

Pengamanan juga tidak hanya di area pondok pesantren, tetapi juga mencakup rekayasa lalu lintas demi kelancaran mobilitas alat berat dan tim penyelamat, serta memberikan imbauan kepada masyarakat di sekitar TKP.

Kompol Irfan dukungan penuh dari masyarakat sangat dibutuhkan agar evakuasi yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan dapat berjalan lancar, sehingga seluruh korban yang masih terjebak di dalam reruntuhan bisa segera dievakuasi.

“Kami mohon dukungan dan pengertian masyarakat. Semoga proses evakuasi korban dan pengangkatan material reruntuhan ini dapat segera dituntaskan oleh tim gabungan,” sambungnya.

Kronologi Singkat 

Bangunan Musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoaejo tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Insiden tragis ini terjadi saat santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua.

Akibatnya, banyak santri yang diduga terjebak dalam reruntuhan bangunana. Hingga Jumat (3/10) pukul 07.36 WIB, sebanyak 110 orang menjadi korban, dengan rincian 7 orang meninggal dunia dan 103 korban selamat.

Sementara 57 santri lainnya diduga masih terjebak dalam reruntuhan. Tim medis dari sejumlah rumah sakit tampak stanby di sekitar lokasi. Mereka sigap memberikan pertolongan kepada korban selamat maupun keluarga.

Di antaranya Tim Medis RSUD RT Notopuro, RSI Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RS Bhayangkara Polda Jatim. Tim SAR gabungan hingga kini terus berjibaku untuk mengevakuasi korban yang tertimbun.

Mengingat golden time atau batas waktu kritis sejak insiden telah berakhir pada Kamis (2/10) sekitar pukul 15.35 WIB, upacara pencarian beralih menggunakan alat berat berupa ekskavator dan crane. (*)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore