
Al Fatih Cakrabuana saat dijenguk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Kamis (2/10/2025). (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa nampak bisa sedikit tersenyum setelah melihat langsung kondisi lima korban selamat robohnya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Mereka berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup meski tertimpa reruntuhan bangunan selama tiga hari.
Khofifah mendatangi ruang perawatan korban di RSUD RT Notopuro, Kamis (2/10/2025). Rasa syukur dan haru tampak jelas dari wajahnya saat menjenguk satu per satu korban yang tengah mendapatkan perawatan medis.
Kehadiran Khofifah disambut keluarga korban yang tak kuasa menahan tangis bahagia. Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu juga memberikan dukungan moral agar para korban dan keluarganya tetap tabah.
Dalam kesempatan itu, Khofifah menyampaikan penyelamatan korban membutuhkan waktu lama karena reruntuhan bangunan cukup rapuh.
Sejak awal, pencarian dilakukan manual agar tidak membahayakan santri yang masih mungkin tertimbun.
Ia menjelaskan proses evakuasi akan berlanjut dengan sangat hati-hati menggunakan alat berat. Hal itu sudah disepakati bersama wali santri demi mempercepat pencarian korban lainnya yang masih tertimbun.
Selain Khofifah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno juga ikut menjenguk korban.
Ia tiba lebih dulu sekitar pukul 12.57 WIB sebelum disusul oleh Khofifah beberapa menit kemudian.
Pratikno menuturkan, selama tiga hari terakhir proses penyelamatan berlangsung manual karena kondisi bangunan yang labil.
Namun mulai hari ini, pembersihan akan dibantu dengan alat berat setelah mendapat persetujuan keluarga besar pondok pesantren.
“Sekarang ini kan tadi kita sudah ketemu dengan keluarga. Jadi setelah 3 hari dilakukan apa pencarian dan penyelamatan secara manual. Tadi sudah disepakati bahwa hari ini sudah mulai dilakukan pembersihan menggunakan alat-alat. Ini pun melalui proses yang panjang ya,” ungkap Pratikno, Kamis (2/10/2025).
Ia juga menyerahkan bantuan dalam amplop kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian pemerintah. Langkah serupa dilakukan Khofifah sebagai wujud perhatian terhadap para santri dan keluarga.
Menurut Khofifah, pengerahan alat berat akan tetap diawasi secara ketat.
Pemerintah menggandeng tim teknik konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk memastikan langkah pembersihan tidak menimbulkan bahaya baru.
“Jadi diambil beberapa yang memungkinkan tidak mengganggu, ini ada potensi mengalami penurunan, pergerakan. Jadi, prosesnya (akan) sangat hati-hati sekali,” tegasnya.
