
Keluarga korban ambruknya bangunan mushalla menunggu perkembangan informasi di posko Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (30/9/2025). (Angger Bondan/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Hingga hari ketiga pencarian korban yang tertimbun reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (1/10), sedikitnya lima korban dilaporkan meninggal dunia.
Data sementara, total korban dalam tragedi dilaporkan sebanyak 108 orang. Dengan rincian 103 korban selamat dan 5 korban meninggal. Kemudian 18 korban dievakuasi Tim SAR dan 90 orang evakuasi mandiri.
"Jadi yang hari pertama itu tiga (korban meninggal). Kemudian hari ini, sore 1 dan malam ini 1, jadi lima orang (meninggal)," tutur Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo.
Khusus hari ketiga pencarian, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 7 orang korban. Dengan rincian 5 korban dinyatakan selamat dan 2 korban meninggal dunia. Mereka ditemukan di zona A1 dan A4.
Sebagai informasi, SAR membagi bangunan yang ambruk menjadi 4 zona, yakni zona A1 (dekat pintu keluar), zona A2 (bagian belakang dan berhadapan langsung dengan dinding asrama), zona A3 (bagian atas), dan zona A4 (samping kanan A1, di bawah reruntuhan beton).
"Sejauh ini, kendala yang dialami petugas sama seperti kemarin, kami masih menggunakan tunnel (parit) yang tadi pagi, cuma kita memotong ke kanan untuk yang ke A4 tadi," imbuhnya.
Ketika ditanya jumlah korban yang diduga masih hidup di balik reruntuhan bangunan, Bramantyo belum bisa memastikan. Yang jelas, hingga kini, pihaknya belum menggunakan alat berat, meski dua ekskavator sudah siaga sejak Senin (29/9).
Sebab jika menggunakan ekskavator, dikhawatirkan dapat membuat bangunan tersebut runtuh lagi dan berdampak pada bangunan-bangunan di sekitarnya.
1. Maulana Affan, 15 tahun, Warga Kalianyar Kulon, Pabean, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya (RSI Siti Hajar)
2. Mochammad Mashudul Haq, 14 tahun, warga Kali Kendal, Dukuh Pakis, Surabaya. (RSUD Notopuro Sidoarjo)
3. Muhammad Soleh, 22 tahun, warga Tanjung Pandan, Bangka Belitung. (RSUD Notopuro Sidoarjo)
4. Mr. X, ditemukan Rabu (1/10) pukul 14.48 WIB. (RSI Siti Hajar)
5. Mr. X, ditemukan pada Rabu (1/10) pukul 19.01 WIB. (RSI Siti Hajar)
Sebagai informasi, insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Bangunan empat lantai tersebut ambruk saat para santri Pondok Pesantren Al Khozini sedang melakukan Salat Asar rakaat kedua di lantai 1.
hingga saat ini, dua korban meninggal Mr. X masih proses identifikasi Tim DVI Polda Jawa Timur. Tim SAR masih menunggu hasil identifikasi tersebut.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
