Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 04.38 WIB

Tragedi Bangunan Ponpes Ambruk di Sidoarjo: Menag Nasaruddin Janji Perhatian Khusus, Evakuasi Korban Terus Dikebut

enteri Agama RI, Nasaruddin Umar saat meninjau langsung Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. (Novia/JawaPos.com) - Image

enteri Agama RI, Nasaruddin Umar saat meninjau langsung Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. (Novia/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar mengunjungi langsung Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo setelah tragedi runtuhnya bangunan tiga lantai, Selasa (30/9).

Didampingi Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanag Sigit, Menag Nasrudin memantau tim SAR gabungan yang sedang berjibaku menyelamatkan korban yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.

"MasyaAllah jadi musibah yang betul-betul di luar dugaan kita semuanya. Ini pembelajaran buat kita semuanya, terutama di lingkungan Pondok Pesantren," ujar Nasaruddin setelah meninjau, Senin (30/9).

Ia berharap peristiwa ambruknya bangunan pondok pesantren ini menjadi yang terakhir. Selaku Menteri Agama, Nasaruddin berjanji akan memberikan perhatian khusus selama proses evakuasi.

"Jangan lagi ada pondok pesantren yang seperti ini. Dan kita berdoa, semoga InsyaAllah pondok pesantren akan datang di pembangunannya juga memenuhi standar-standar yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku," imbuhnya. 

Nasaruddin juga mengapresiasi kinerja Tim SAR Gabungan yang pagi, siang, malang terus berupaya untuk menyelamatkan korban yang masuk terjebat di reruntuhan bangunan ponpes yang ambruk. 

"Kemudian yang kedua kita juga sangat berterima kasih kepada semua pihak. Basarnas terutama ya dan seluruh Indonesia memberikan supporting doa terhadap para volunteer. Saya juga ngeri tadi itu melihat, ya," tutur Nasaruddin. 

Dalam kesempatan yang sama, Ia mengimbau masyarakat untuk sama-sama memberikan perhatian khusus. Tragedi ini menjadi pelajaran bersama agar pondok-pondok pesantren lain tidak mengindahkan aturan yang berlaku. 

"Dan ini juga kita juga tidak tahu seperti apa, yang jelas bahwa bangunan yang lainnya kan masih sangat bagus, Nah, ini mungkin kita nggak tahu. Inilah namanya musibah," tukas Nasaruddin. 

Sebagai informasi, insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Bangunan tiga lantai tersebut ambruk saat para santri Pondok Pesantren Al Khozini sedang melakukan Salah Ashar dua rakaat di lantai 1. 

Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam puing-puing bangunan. Hingga berita ini ditulis, JawaPos.com mendapatkan informasi dari Basarnas dan santri selamat bahwa sekitar 38 korban masih terjebak di reruntuhan.

Adapun jumlah korban yang berhasil dievakuasi adalah 102 orang, baik itu evakuasi mandiri maupun evakuasi oleh tim SAR gabungan. 3 orang korban di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Sementara itu, ratusan wali santri tampak memadati posko darurat. Mereka menunggu dengan wajah harap-harap cemas, berharap keluarga maupun kerabat dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Meski hujan rintik-rintik, petugas Tim SAR gabungan terus berupaya untuk mengevakuasi korban yang masih terjebak dalam reruntuhan bangunan. Mereka optimis korban dapat diselamatkan salam keadaan selamat. (*)

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore