
Harga Cabai di pasar-pasar Surabaya naik. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak tinggal diam terhadap kenaikan harga bahan pokok (bapok) cabai di pasar-pasar tradisional. Kenaikan harga itu belakangan dikeluhkan masyarakat.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Kota Surabaya Vykka Anggradevi Kusuma mengamini adanya tren kenaikan harga cabai dalam beberapa pelan terakhir. Hal itu diperkuat dengan hasil pantauan di lapangan.
"Hasil pantauan TPID di lima pasar tradisional, yakni Pasar Genteng Baru, Pasar Tambahrejo, Pasar Wonokromo, Pasar Pucang Anom, dan Pasar Soponyono, memang harga cabai menunjukkan kenaikan," ujar Vykka Anggradevi Kusuma, Jumat (19/9).
Meski demikian, Vykka mengklaim harga cabai di Surabaya masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan Tingkat Konsumen (HAPK). Dia menyebut HAPK cabai merah besar adalah Rp 35.728 per kilogram.
"Sempat berada di angka Rp 39.200 pada 4 Agustus 2025. Harga kemudian turun menjadi Rp 27.600 pada 3 September 2025, sebelum kembali naik ke Rp 34.760 pada 17 September 2025," papar Vykka Anggradevi Kusuma.
Sementara untuk HAPK cabai merah kriting adalah Rp 37.000 - 55.000 per kilogram. Tercatat harga pada 4 Agustus Rp 37.600, turun menjadi Rp 24.900 pada 1 September, lalu naik menjadi Rp 40.450 pada 17 September.
Adapun cabai rawit merah, HAPK-nya adalah Rp 40.000 - Rp 57.000 per kilogram. Tercatat sempat berada di angka Rp 38.800 pada 4 Agustus, turun ke Rp 26.800 pada 3 September, dan kembali naik Rp 34.700 pada 17 September.
Pemkot Surabaya bersama lintas lembaga terus melakukan pengawasan dan sidak untuk mencegah penimbunan bahan pokok. Pengawasan ini melibatkan TPID, kepolisian, dan BPOM.
Untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi harga, Pemkot Surabaya juga menyediakan sistem informasi harga dan stok bahan pokok yang dapat diakses di sejumlah pasar tradisional.
"Terdapat layar monitor yang menyajikan informasi harga dan ketersediaan di pasar-pasar tradisional Surabaya, seperti di Pasar Tambahrejo, Pasar Genteng Baru, Pasar Wonokromo, dan Pasar Pabean,” terang Vykka.
Selain pegawasan rutin, Pemkot Surabaya juga menggelar Pasar Murah, Gerakan Pangan Murah (GPM) setiap bulan dan memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan daerah penghasil bahan pokok.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
