Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 05.29 WIB

Polisi Tangkap 61 Orang Terlibat Penyerangan Polsek Bubutan Surabaya

Kapolsek Bubutan Kompol Vonny Farizky menunjukkan barang-barang hasil penyerangan massa di Mapolsek Bubutan Surabaya. para perusuh dihalau oleh aparat dibantu warga setempat. (Polsek Bubutan)

JawaPos.com - Polsek Bubutan nyaris bernasib sama dengan Gedung Negara Grahadi dan Markas Polsek Tegalsari. Pada Sabtu malam - Minggu dini hari (30-31/8), ratusan perusuh datang dan mengepung kantor polisi tersebut.

Bangunan peninggalan Kolonial Belanda ini sempat dihujani benda-benda, mulai dari kerikil, batu, hingga bom molotov. Beruntung, warga yang tinggal disekitar Polsek Bubutan kompak menghalau perusuh.

"Alhamdulillah, berkat bantuan masyarakat, Polsek Bubutan pada malam itu berhasil bertahan meskipun dihujani oleh lemparan batu dan bom molotov," ujar Kapolsek Bubutan, Kompol Vonny Farizki, Kamis (4/9).

Atas insiden malam mencekam tersebut, sebanyak 61 orang yang diduga terlibat dalam aksi perusakan Polsek Bubutan, diamankan. Mereka kemudian dibawa ke Markas Polrestabes Surabaya. 

"(Perusuh) yang kita amankan segera langsung serahkan ke Polrestabes Surabaya, dikarenakan pada waktu itu Polsek Bubutan belum bisa melakukan penyelidikan lebih dalam lagi," sambungnya.

Selain menangkap perusuh, Kompol Vonny mengatakan bahwa sejumlah anggotanya mengalami luka akibat peristiwa perusakan di Polsek Bubutan. Salah satunya anggota dari Reskrim Polrestabes Surabaya. 

Saat kerusuhan terjadi, anggota tersebut melihat salah satu oknum massa hendak melemparkan bom molotov ke arah Polsek Bubutan. Ketika hendak mendatangi orang yang berniat melempar molotov, ia justru ditabrak. 

"Salah satunya anggota Reskrim Polrestabes ditabrak oleh salah satu pelaku membawa bom molotov. Akhirnya anggota kita ini dibawa ke rumah sakit (Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya)," terang Kompol Vonny.

Ia sendiri juga mengaku mengalami luka di bagian jarinya karena terkena besi. Sedangkan, Kanit Reskrim Polsek Bubutan, Ipda Martinus Simanjuntak, tangannya terluka akibat terkena lemparan batu.  

"Kebetulan pada saat itu juga, Kanit Reskrim Polsek Bubutan beserta saya yang memimpin disitu terlempar batu di tangan. Saya kena kibasan besi yang dibawa pelaku anarkis," ucapnya.

Kompol Vonny menyesalkan ulah oknum yang mencoba merusak kantor polisi. Ia menekankan bahwa Markas Polsek Bubutan adalah cagar budaya yang seharusnya dilestarikan, tidak semestinya dirusak.

"Kami sampaikan ini bukan hanya kejahatan tindak pidana yang dilakukan masyarakat anarkis. Namun kejahatan intelektual yang tujuannya menghilangkan bangunan cagar budaya," tukas Kompol Vonny. 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore