
BNPT dan FKPT Jatim ganteng Minilemon dalam Rembuk Merah Putih di UINSA Surabaya, mendorong edukasi toleransi lewat animasi anak. (Juliana Christy/Jawa Pos)
JawaPos.com – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar diskusi kebangsaan Rembuk Merah Putih di Amphiteater UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Kamis (21/8).
Kegiatan bertema “Mewujudkan Pemuda Cerdas, Kritis, dan Cinta Tanah Air” ini menghadirkan berbagai elemen, termasuk kreator animasi lokal Minilemon.
Founder Minilemon, Reno Halsamer, menilai kehadiran karya animasi anak bangsa dapat menjadi cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai toleransi sejak dini. “Minilemon lahir dari kecintaan terhadap budaya sekaligus kegelisahan melihat maraknya konten intoleran di ruang digital,” ujarnya.
Animasi Sebagai Media Edukasi
Minilemon menampilkan enam karakter anak-anak yang mewakili keragaman etnis di Indonesia: Wayan (Bali), Ucup (Sunda), Togar (Batak), Slamet (Muslim Jawa), Minggus (Papua), dan Memey (Tionghoa). Lewat cerita pertemanan mereka, animasi ini menekankan pentingnya menghargai perbedaan.
Menurut Reno, anak-anak adalah kelompok yang rentan terpapar paham intoleransi karena kerap mengakses informasi hanya dari internet. “Anak usia dini hanya bisa disentuh lewat gambar bergerak, video, atau film. Karena itu nilai toleransi harus dikemas secara visual agar mudah ditangkap,” jelasnya.
Ia juga menyoroti peran ibu sebagai pendamping utama saat anak menonton. “Pendekatan kepada anak dan ibu sangat penting agar pesan toleransi bisa sampai,” tambah Reno yang juga dikenal sebagai pegiat museum.
BNPT Ingatkan Ancaman Radikalisme Digital
Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Kolonel Sus Dr Harianto S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa situasi global berdampak pada kondisi nasional. Ia mengingatkan bahwa radikalisme dan intoleransi kini banyak menyusup lewat jaringan terkecil.
“Metode perekrutan sekarang jauh lebih halus, bisa masuk lewat rumah ke rumah, komunitas, hingga organisasi keagamaan,” ungkapnya. Meski Indonesia pada 2023 tercatat berada di level zero terrorist attack, ia meminta masyarakat tetap waspada.
Kolaborasi Lintas Elemen
Ketua FKPT Jatim, Husniyatus Salamah Zainiyati, menambahkan bahwa Rembuk Merah Putih melibatkan tokoh agama, pemuda, dan insan media. Dialog semacam ini diharapkan menjadi ruang efektif untuk mencegah radikalisasi.
“Intinya, kita ingin menumbuhkan budaya saling menghargai dan saling menghormati. Narasi kebencian harus disisihkan,” tegasnya.
UINSA sendiri kini mulai menerapkan kurikulum CINTA dari Kementerian Agama yang menanamkan prinsip rahmatan lil ‘alamin.
Dengan semakin masifnya penggunaan media sosial, Reno berharap BNPT lebih banyak menggunakan pendekatan visual seperti animasi dan komik. “Kalau anak-anak pondok bisa membuat komik tentang toleransi, lalu dipertukarkan dengan anak-anak dari agama lain, itu bisa jadi jembatan pemahaman yang luar biasa,” tuturnya. (*)

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
