
Anak-anak yang diduga ditelantarkan oleh orang tuanya di Yosowilangun, Kebomas, Kabupaten Gresik saat disambangi Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchammad Zaifuddin. (Galih/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemkab Gresik masih belum bisa mengembalikan lima anak di Kebomas yang diduga ditelantarkan oleh ibu kandungnya. Meski Sabtu (16/7) lalu, Santi, ibu lima anak itu pulang ke kontrakan di Perum Grand Gresik Harmoni, Kebomas.
Hari ini (19/8), ES (21), anak pertama yang hanya lulusan SMP itu akan bertemu dengan salah satu perusahaan di Gresik. Dirinya akan direkrut menjadi pekerja di perusahaan itu.
“Pertemuan difasilitasi Dinas Tenaga Kerja. Memang perusahaan itu yang berkeinginan mempekerjaan anak pertama itu,” ucap Kepala Dinas Sosial Gresik dr Ummi Khoiroh.
Namun pihaknya prihatin dengan anak AN (19), anak kedua. Dia diketahui sudah lama tidak sekolah, SMP saja tidak lulus.
Bahkan tim Dinsos menduga AN mengalami malnutrisi. “Kemarin pas kami kasih makanan itu disisakan, katanya buat disimpan. Yang terjadi selama ini sudah mempengaruhi mentalnya,” imbuhnya.
Untuk anak kedua itu Pemkab akan memfasilitasi AN untuk mengikuti program kejar paket. Sembari diberikan pendampingan oleh tim Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Gresik. “Yang paling kami kawatirkan anak kedua,” imbuhnya.
Sementara untuk DE (13), KI (11), dan CE (3), saat ini berada di rumah aman KBP3A. Dokter Alumnus Universitas Airlangga itu menyebut bahwa untuk ketiga anak tersebut masih sangat aman, apalagi menyangkut pendidikannya.
“Ada program-program di Dinsos dan KBP3A untuk ketiga anak ini secara penuh,” katanya. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani juga mengawal langsung kelima anak tersebut.
Ummi menyebut sampai saat ini Pemkab Gresik belum ingin mengembalikan kelima anak itu kepada ibunya. Sebab tim masih ragu dengan orang tuanya dan akan melakukan pendalaman.
“Kami ingin menelusuri lagi kerabatnya. Kami tidak ingin misalnya anak dikembalikan tapi nanti kembali tidak terurus,” jelasnya.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos, ibu lima anak itu selama ini berada di Surabaya, dengan rutinitas yang kurang jelas.
Apalagi saat ini banyak donasi masuk ke lima anak tersebut. Melihat dari riwayatnya, dikawatirkan momentum saat ini hanya akan dimanfaatkan oleh sang ibu.
“Kemarin pas tim kita menemui di kontrakannya, bahkan tidak bertanya tiga anaknya sedang di mana. Malah minta ditinggali uang sama petugas. Kita harus berhati-hati, pemerintah siap merawat,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
