
Kawasan Surabaya Barat. (Dok Radar Surabaya/ JPG)
JawaPos.com - Pemkot terus menggenjot pengembangan infrastruktur di kawasan barat kota. Kawasan tersebut dinilai strategis karena menjadi pintu konektivitas dengan Gresik yang kini tumbuh sebagai pusat investasi besar, termasuk smelter. Infrastruktur di Surabaya Barat diproyeksikan menjadi tulang punggung konektivitas Surabaya menuju kawasan industri sekaligus menopang geliat hunian baru di perbatasan.
Tiga Proyek Infrastruktur di Barat Dibiayai dari Pinjaman
Kepala Bappedalitbang Surabaya, Irvan Wahyudrajat, menjelaskan percepatan pembangunan ini ditopang pembiayaan alternatif melalui pinjaman Bank Jatim sebesar Rp 450,2 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk sejumlah proyek prioritas. Di antaranya pengerjaan fisik JLLB (Jalan Lingkar Luar Barat) senilai Rp 42,1 miliar di ruas Sememi–Romokalisari, pelebaran Jalan Wiyung–Lakarsantri Rp 130,2 miliar, serta proyek drainase diversi Gunungsari Rp 50,1 miliar.
"Pinjaman ini murni untuk memperkuat infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya.
Pengajuan Dana Pinjaman sesuai Kajian
Irvan menjelaskan, pemanfaatan pinjaman ini telah melalui kajian kelayakan (feasibility study) baik teknis maupun fiskal. Secara ekonomi, rasio manfaat terhadap biaya (BCR) di atas 1, artinya layak.
Dari sisi kemampuan bayar, rasio DSCR Pemkot di atas 2,5 sehingga dianggap sehat untuk mengambil pinjaman. Kajian manfaat juga memperhitungkan penghematan biaya operasional kendaraan, penurunan biaya akibat kemacetan, peningkatan NJOP pasca pembangunan jalan, hingga serapan tenaga kerja di sektor jasa dan perdagangan.
Tak hanya Surabaya Barat, dana pinjaman ini juga diarahkan untuk sejumlah proyek lain di wilayah kota. Antara lain penanganan genangan di beberapa titik, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), serta peningkatan konektivitas jalan.
Namun, Surabaya Barat menjadi fokus karena kawasan itu berkembang pesat dengan lonjakan populasi dan investasi di perbatasan Gresik. "Surabaya diarahkan sebagai superhub megapolitan, infrastruktur ke pelabuhan menjadi kebutuhan mendesak," tegas Irvan.
Surabaya Barat Kawasan Masa Depan
Pakar tata kota Petra Christian University, Benny Poerbantanoe, menilai langkah Pemkot menjadikan Surabaya Barat sebagai prioritas pembangunan adalah tepat. Menurut dia, migrasi penduduk ke kawasan barat dan perbatasan Gresik mendorong kebutuhan infrastruktur.
Banyak warga kota yang memilih tinggal di pinggiran karena harga hunian lebih murah, tapi aktivitas ekonominya tetap di Surabaya. "Ini menimbulkan lonjakan lalu lintas yang perlu diimbangi transportasi publik dan akses jalan memadai," ujarnya.
Benny menambahkan, pengembangan Surabaya Barat harus dilihat dalam konteks aglomerasi kawasan. Selaras dengan berkembangnya Gresik bagian selatan, Surabaya Barat akan menjadi simpul baru pertumbuhan kota.
Karena itu, ia menekankan pentingnya konsistensi Pemkot dalam menjalankan RPJMD dan rencana tata ruang. “Jangan sampai pembangunan berhenti di jalan, tapi harus dibarengi sistem transportasi terpadu,” katanya.
Transportasi Penghubung Perlu Dikembangkan

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
