Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Agustus 2025 | 15.00 WIB

PT Freeport Indonesia Latih Sembilan UMKM, Mulai Pemasaran Hingga Manajemen Produk

BERDAMPAK NYATA: Salah seorang pelaku UMKM di Gresik yang mendapatkan pelatihan digital dari PT Freeport Indonesia. (Istimewa)

JawaPos.com - Hilirisasi yang dilakukan PT Freeport Indonesia juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Gresik. Salah satunya bagi pelaku UMKM. Mereka yang sebelumnya memasarkan produknya secara manual, kini mulai merambah marketplace secara profesional. Pada Selasa (5/8) hingga Rabu (6/8) mereka diberi beragam pelatihan. Di antaranya, pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran, branding, manajemen produk, serta produksi foto dan konten. 

Siti Nuriah, pemilik usaha terasi udang mengare salah satu yang merasakan manfaat pelatihan. Sejak 2020 lalu dia hanya menjual olahan udang itu secara manual. “Saya jual kalau ada teman yang pesan atau dijual kepada tengkulak. Tidak tahu caranya menjual online. Padahal terasi mengare ini bahan bakunya berkualitas,” ucap ibu dua anak itu.

Setelah mengikuti pelatihan oleh PT Freeport Indonesia, kini Siti mulai memahami agar produknya bisa merambah pasar yang lebih luas. Dia bersama delapan pelaku UMKM lainnya diajari menentukan harga produksi, promosi, dan pengemasan. Lalu branding berupa nama produk, produksi foto, dan konten.

“Kemasan produk saya masih polosan. Fotonya juga seadanya. Bahkan baru daftar marketplace kemarin (6 Agustus, red) diajari Freeport,” ujarnya. Dia optimistis dengan pelatihan digital itu akan meningkatkan penjualan produknya. Apalagi terasi buatannya berjenis terasi halus, berbeda dengan terasi kasar yang umum dijual. 

PERLUAS PASAR: Keberadaan PT Freeport Indonesia di Gresik tidak hanya melaksanakan hilirisasi industri produk mineral, namun juga meningkatkan daya saing bagi pelaku UMKM di sekitar. (Istimewa)

Siti mengaku merasakan manfaat dari pelatihan digital yang diberikan oleh PT Freeport Indonesia. “Kami diajarkan menentukan harga produksi, promosi, dan pengemasan. Lalu branding berupa nama produk, produksi foto, dan konten. Sekarang saya bisa merambah pasar yang lebih luas,” paparnya.

“Meski Freeport itu produksi tembaga, tapi manfaatnya juga kami rasakan sebagai pelaku usaha lokal. Kami dibina untuk mengembangkan usaha,” lanjutnya. 

Keberadaan PT Freeport Indonesia di Gresik tidak hanya melaksanakan hilirisasi industri produk mineral. Namun keberadaannya juga berdampak pada masyarakat sekitar. Salah satunya pendekatan lokal dan partisipatif melalui UMKM. Hal itu menyambungkan arah kebijakan nasional dengan memberi dampak nyata kepada daerah. 

Pemilik Usaha Terasi Udang Mengare Siti Nuriah. (Istimewa)

“UMKM adalah tonggak ekonomi Indonesia dan modal utama dalam pembangunan daerah. Pelatihan ini kami hadirkan sebagai bentuk komitmen PT Freeport Indonesia untuk mendorong UMKM meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan bersaing secara sehat di era digital,” ucap Vice President External Affairs Smelter PT Freeport Indonesia Erika Silva. 

Dengan pelatihan yang diberikan kepada UMKM itu diharapkan produk lokal Gresik bisa dibeli siapa pun di penjuru Nusantara. ’’Saya berharap, 10 atau 20 tahun ke depan, bapak ibu ini bisa memberikan pelatihan dan inspirasi bagi UMKM selanjutnya,” pungkasnya. (son/xav)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore