Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Agustus 2025 | 12.50 WIB

Rotary Clubs Area Surabaya Gelar Penyuluhan Girl Empowerment

Rotary Clubs Area Surabaya menggelar program penyuluhan untuk memberdayakan perempuan muda. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

Rotary Clubs Area Surabaya menggelar program penyuluhan untuk memberdayakan perempuan muda. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com-District Governor Rotary District 3420 dr Dyah Anggraeni, SpPK, MKes memandu program Roadshow Girl Empowerment 2025 di SMP Negeri 1, Selasa (5/8). Materi yang disampaikan terkait reproduksi remaja, pencegahan perkawinan anak, dan upaya menjaga kesehatan mental. 

Program yang digagas Rotary Club Surabaja Selatan itu berjalan selama Juli 2025 hingga April 2026. Rochendah Soetarmiati, drg, MKes selaku salah satu penggagas, mengatakan bahwa program tersebut sudah berjalan selama lima tahun terakhir. Menggandeng Dinas Pendidikan Surabaya, pihaknya telah menyasar 55 SMP.

”Kami memang mulai dari sekolah di pinggiran Surabaya dulu, baru kemudian ke tengah kota,” jawab Wakil Ketua Forum Puspa Gayatri Jawa Timur itu.

Dia menjelaskan, permasalahan emansipasi perempuan masih menjadi tugas besar bahkan di Surabaya. Kasus pernikahan dini masih saja terjadi, meski banyak faktor yang memainkan peran.

”Kalau di sekolah pinggiran, kondisi ekonomi menjadi faktor yang cukup besar. Kalau di tengah kota, ada faktor pergaulan juga yang muncul,” jelas Rochendah Soetarmiati.

Oleh sebab itu, materi reproduksi dan pencegahan pernikahan dini terikat satu sama lain.

”Kami sengaja memilih 50 anak perempuan saja di tiap sekolah, agar diskusinya bisa lebih terarah. Harapannya, peserta yang hadir bisa menyebarluaskan kepada kawan sekelasnya,” ucap Rochendah.

Pemateri Dyah Anggraeni juga berupaya meluruskan mitos-mitos terkait reproduksi. Misalnya, bisa hamil dari kegiatan berenang.

”Jadi penjelasan dasar bagaimana organ biologis mereka bekerja. Harapannya, mereka lebih siap ke depannya,” ucap Dyah. 

Dyah juga menjelaskan terkait potensi kematian ibu saat melahirkan akibat pendarahan. Jadi penting untuk menjaga kadar hemoglobin sejak masih remaja, karena saat hamil juga akan menurun akibat kondisi.

Dia mengingatkan pentingnya mengonsumsi bahan pangan mengandung zat besi.

”Nah yang suka malas makan bayam itu, hayo mulai dimakan ya,” ujar Dyah.

Selanjutnya, dia juga mendorong agar para remaja lebih terbuka pada kondisi mereka. Misalnya, saat mengalami menstruasi berkepanjangan. Mereka bisa mengomunikasikan pada orang tuanya. Dia menemui masih ada remaja yang takut dibawa ke dokter kandungan karena takut stigma hamil.

”Padahal kalau gangguan menstruasi juga ke sana, jangan takut dikira hamil, ga hanya orang hamil yang ke dokter kandungan. Mereka bisa memberikan bantuan, mencari apa yang harus dibenahi,” tegas Dyah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore