
Rotary Clubs Area Surabaya menggelar program penyuluhan untuk memberdayakan perempuan muda. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com-District Governor Rotary District 3420 dr Dyah Anggraeni, SpPK, MKes memandu program Roadshow Girl Empowerment 2025 di SMP Negeri 1, Selasa (5/8). Materi yang disampaikan terkait reproduksi remaja, pencegahan perkawinan anak, dan upaya menjaga kesehatan mental.
Program yang digagas Rotary Club Surabaja Selatan itu berjalan selama Juli 2025 hingga April 2026. Rochendah Soetarmiati, drg, MKes selaku salah satu penggagas, mengatakan bahwa program tersebut sudah berjalan selama lima tahun terakhir. Menggandeng Dinas Pendidikan Surabaya, pihaknya telah menyasar 55 SMP.
”Kami memang mulai dari sekolah di pinggiran Surabaya dulu, baru kemudian ke tengah kota,” jawab Wakil Ketua Forum Puspa Gayatri Jawa Timur itu.
Dia menjelaskan, permasalahan emansipasi perempuan masih menjadi tugas besar bahkan di Surabaya. Kasus pernikahan dini masih saja terjadi, meski banyak faktor yang memainkan peran.
”Kalau di sekolah pinggiran, kondisi ekonomi menjadi faktor yang cukup besar. Kalau di tengah kota, ada faktor pergaulan juga yang muncul,” jelas Rochendah Soetarmiati.
Oleh sebab itu, materi reproduksi dan pencegahan pernikahan dini terikat satu sama lain.
”Kami sengaja memilih 50 anak perempuan saja di tiap sekolah, agar diskusinya bisa lebih terarah. Harapannya, peserta yang hadir bisa menyebarluaskan kepada kawan sekelasnya,” ucap Rochendah.
Pemateri Dyah Anggraeni juga berupaya meluruskan mitos-mitos terkait reproduksi. Misalnya, bisa hamil dari kegiatan berenang.
”Jadi penjelasan dasar bagaimana organ biologis mereka bekerja. Harapannya, mereka lebih siap ke depannya,” ucap Dyah.
Dyah juga menjelaskan terkait potensi kematian ibu saat melahirkan akibat pendarahan. Jadi penting untuk menjaga kadar hemoglobin sejak masih remaja, karena saat hamil juga akan menurun akibat kondisi.
Dia mengingatkan pentingnya mengonsumsi bahan pangan mengandung zat besi.
”Nah yang suka malas makan bayam itu, hayo mulai dimakan ya,” ujar Dyah.
Selanjutnya, dia juga mendorong agar para remaja lebih terbuka pada kondisi mereka. Misalnya, saat mengalami menstruasi berkepanjangan. Mereka bisa mengomunikasikan pada orang tuanya. Dia menemui masih ada remaja yang takut dibawa ke dokter kandungan karena takut stigma hamil.
”Padahal kalau gangguan menstruasi juga ke sana, jangan takut dikira hamil, ga hanya orang hamil yang ke dokter kandungan. Mereka bisa memberikan bantuan, mencari apa yang harus dibenahi,” tegas Dyah.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
