Program Aksiliterasi telah membagikan ribuan buku ke sekolah dasar (SD) di Surabaya sejak 2016. (Istimewa)
JawaPos.com-Pemangku kepentingan terus berupaya untuk memperkuat sektor edukasi di Surabaya. Salah satunya, dengan mendorong literasi membaca, literasi digital, dan kesadaran masyarakat terkait kondisi tertentu. Harapan mereka, kegiatan itu bisa meningkatkan kualitas generasi muda di Indonesia.
Baca Juga: Winger Timnas Indonesia Calvin Verdonk Masuk Radar Kapten NEC Nijmegen untuk Musim 2025/2026
Anastesya Ftaraya dari Wismilak Foundation mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk bisa mendukung sektor pendidikan di berbagai wilayah. Salah satunya melalui program Aksiliterasi yang telah membagikan ribuan buku ke sekolah dasar (SD) di Surabaya sejak 2016. "Ini adalah bagian dari gerakan peningkatan minat baca," ungkapnya kemarin (4/8).
Memasuki 2025, pihaknya kembali mengambil langkah strategis dengan memperluas cakupan program ke berbagai jenjang pendidikan di Surabaya. Tahun ini, mereka memperluas cakupannya dengan menyasar 20 Taman Kanak-Kanak (TK) di Surabaya.
Selain itu, mereka juga melakukan program AksiLiterasi Digital. Program tersebut berupa pelatihan pengenalan koding dan robotik yang awalnya hanya ditujukan untuk siswa Sekolah Dasar (SD). Kini pelatihan ini juga menjangkau tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) bahkan sampai Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Ini merupakan komitmen kami dalam dunia pendidikan untuk melihat pentingnya menjangkau peserta didik di berbagai tingkat usia. Sehingga, pendidikan literasi dan teknologi bisa dimulai sejak dini dan terus berlanjut, tanpa ada yang tertinggal," ujarnya.
Dia menambahkan, upaya yang dilakukan tidak hanya menyediakan buku bacaan fisik. Pihaknya juga ingin memperkaya soft skill dengan mendukung program pelatihan koding dan robotik kepada sekolah-sekolah di Surabaya. Semua diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas dan keterampilan generasi muda. Saat ini, lanjut dia, pihaknya bekerja sama dengan Koding Akademi untuk menjangkau Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Dia mengatakan, dukungannya juga dilakukan untuk mendorong aspek inklusif dalam dunia pendidikan. Mereka memberikan dukungan kepada sekolah inklusi di Surabaya pada acara Walk For Autism 2025 Surabaya. Event yang digagas oleh DPD Jawa Timur Perempuan Indonesia Maju (PIM) bersama dengan Junior Chamber International Indonesia Chapter East Java (Jawa Timur) diharapkan bisa memberikan kesadaran mengenai komunitas autis di Surabaya.
Sementara itu, Ketua Perempuan Indonesia Maju DPD Jawa Timur Iis Hendro Gunawan mengapresiasi kolaborasi yang terjalin bersama Wismilak Foundation dalam mendukung pendidikan yang berkelanjutan. "Walk for Autism 2025 merupakan bagian penting dari upaya kami bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang autisme. Sekaligus menampilkan potensi luar biasa dari individu dengan autisme," tegasnya. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
