Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Agustus 2025 | 00.38 WIB

Hasil Operasi Patuh 2025 di Jawa Timur: e-Tilang Turun Drastis, Kecelakaan Menurun, Tapi Angka Kematian Naik

Dirlantas Polda Jatim Kombes Pos Iwan Saktiadi. (Juliana Christy/Jawa Pos) - Image

Dirlantas Polda Jatim Kombes Pos Iwan Saktiadi. (Juliana Christy/Jawa Pos)

JawaPos.com – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur merilis hasil Operasi Patuh 2025 di Jawa Timur.

Hasilnya menunjukkan tren positif dari sisi penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas. Namun, ada catatan serius: angka korban meninggal dunia justru meningkat.

Di sisi lain, penindakan melalui sistem tilang elektronik (e-TLE) mengalami penurunan tajam, berbanding terbalik dengan tilang manual yang justru melonjak.

“Jumlah kejadian laka menurun dari 662 kasus di tahun 2024 menjadi 403 kejadian di tahun ini. Artinya, secara kuantitatif terjadi penurunan sebesar 39 persen,” ungkap Dirlantas Polda Jatim Kombespol Iwan Saktiadi, Kamis (31/7).

Meski begitu, angka korban meninggal dunia justru naik dari 18 orang pada 2024 menjadi 23 orang di tahun ini—atau meningkat sekitar 28 persen.

“Ini jadi perhatian kami. Jumlah kecelakaan memang turun, tapi fatalitasnya naik. Artinya, jenis kecelakaan yang terjadi cenderung lebih parah atau melibatkan kecepatan tinggi,” lanjut Iwan.

Penurunan juga terjadi pada korban luka berat, dari 61 menjadi 50 orang (turun 11 persen). Korban luka ringan bahkan mengalami penurunan drastis sebesar 44 persen, dari 1.012 orang menjadi 569.

Kerugian material juga turut menyusut dari Rp 1,04 miliar menjadi Rp 672 juta atau turun 35 persen.

Salah satu sorotan utama dari hasil Operasi Patuh 2025 adalah merosotnya jumlah tilang elektronik. Baik e-TLE statis maupun mobile mengalami penurunan lebih dari 80 persen.

“(denda) e-TLE statis tahun lalu sebesar 27.962, sekarang hanya 3.227 atau turun 88 persen. e-TLE mobile juga turun dari Rp 14.161 menjadi Rp 2.411, turun 83 persen,” jelas Iwan.

Sebaliknya, denda tilang manual justru meningkat 40 persen, dari Rp 50.024 di tahun 2024 menjadi 69.813 tahun ini. Teguran lisan maupun tertulis juga naik 21 persen, dari 293.953 menjadi 354.670.

Secara keseluruhan, jumlah pelanggaran lalu lintas meningkat dari 386.100 menjadi 430.151. Naik sekitar 11 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Operasi ini bukan sekadar mencari angka penindakan. Tujuan utamanya adalah membangun budaya tertib lalu lintas dan menurunkan angka fatalitas. Teguran dan edukasi tetap jadi ujung tombak,” tegasnya.

Kombes Iwan menambahkan, penurunan pada sistem e-Tilang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti minimnya pelanggaran di titik kamera, perpindahan lokasi pelanggaran, hingga belum optimalnya jangkauan sistem mobile.

“Operasi Patuh memang punya warna tersendiri. Evaluasi dari data ini akan kami jadikan dasar untuk peningkatan strategi ke depan. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore