
Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Kota Surabaya (ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya)
JawaPos.com - Pengembangan kawasan Gelora Bung Tomo (GBT) makin konkret. Pemerintah Kota Surabaya tidak hanya membangun infrastruktur olahraga tetapi juga aktif menjajaki keterlibatan swasta.
Salah satu fokus terbarunya adalah membuka peluang investasi sektor rekreasi dan olahraga kekinian. Seperti fasilitas padel, yang kini sedang naik daun di kawasan Surabaya Barat.
Kepala Bappedalitbang Surabaya Irvan Wahyudrajat menjelaskan bahwa kawasan GBT seluas 65 hektare diproyeksikan sebagai sport city yang terintegrasi dan modern. Masterplan sudah disiapkan sejak 2020.
Konsep pengembangannya berbasis integrasi fungsi ruang, pelayanan, dan ekonomi kawasan. "Zona yang disiapkan tidak hanya untuk olahraga, tapi juga komersial, ruang terbuka, dan transportasi terintegrasi," terangnya.
Saat ini, pemkot tengah mengakselerasi beberapa proyek. Mulai dari konektivitas GBT ke area offroad Taman Hutan Raya (Tahura) Pakal yang baru diresmikan, penambahan lintasan sirkuit, hingga persiapan pembangunan museum dan official store Persebaya.
"Kami juga siapkan skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha) untuk mendukung percepatan dan keberlanjutan pengelolaan kawasan," imbuh Irvan.
Koordinator Penanaman Modal DPMPTSP Surabaya, Hefli Syarifuddin menambahkan, peluang investasi di kawasan itu sangat besar. Apalagi dengan aktivitas offroad yang kini digelar rutin. Jika peminatnya makin banyak, bisa dibuka setiap hari.
Fasilitasnya juga sudah memadai. DPMPTSP bahkan sudah menjalin kerja sama dengan akademisi untuk menyusun feasibility study, termasuk pemetaan potensi sosial-ekonomi di semua Tahura dan juga GBT.
Dari kajian tersebut, Hefli menyebut ada peluang besar untuk menghadirkan sarana olahraga baru, salah satunya padel. “Tren padel lagi ramai di Surabaya Barat.
Jadi ini kami sondingkan dengan asosiasi seperti Kadin dan HIPMI,” ucapnya. Selain olahraga, kawasan itu juga dinilai punya prospek sebagai pusat pertumbuhan bisnis seperti kafe dan resto.
Selain skema KPBU, pemkot juga membuka opsi kerja sama lainnya. Investor bisa masuk untuk mengelola area komersial, parkir, perhotelan, hingga ekonomi kreatif.
Rencananya itu akan diskusikan dengan Bappedalitbang soal peruntukan dan zonasinya. Termasuk bagaimana skema pengembangan agar tidak tumpang tindih.
Dengan strategi pembangunan bertahap dan dorongan investasi multipihak, GBT disiapkan menjadi landmark baru Surabaya Barat. Tak hanya sebagai pusat olahraga, tapi juga simpul pertumbuhan ekonomi dan pariwisata yang inklusif dan berkelas global.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
