
Pedagang saat mengecek kondisi beras di tokonya. (Dery Ridwansyah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Maraknya temuan beras premium oplosan di berbagai daerah di Indonesia menimbulkan keresahan luas. Tidak hanya masyarakat selaku konsumen, kelompok tani juga turut resah atas praktik curang ini.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur, HM Arum Sabil mengatakan bahwa praktik beras oplosan yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab membuat petani merugi.
“Beras oplosan tentu tidak hanya berdampak terhadap petani namun juga kepada konsumen,” ujar Arum Sabil usai acara pelantikan 38 ketua DPC HKTI se-Jawa Timur di Surabaya, Jumat (25/7).
Menurutnya, persoalan tersebut menjadi ranah aparat penegak hukum. HKTI sebagai organisasi petani terbesar di Indonesia akan tetap fokus pada upaya penyediaan pangan yang aman dan berkualitas untuk masyarakat.
“Fokus kami saat ini adalah penguatan bibit unggul untuk padi, tebu, hingga sapi. Di bidang peternakan, kami mendorong regenerasi bibit melalui inseminasi buatan dan sinkronisasi birahi," tambahnya.
Selain mendorong aktivitas tanam, HKTI juga menjalankan peran edukatif, advokatif, dan memberikan rekomendasi kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan para petani, pekebun, dan peternak.
Arum menilai fluktuasi harga hasil pertanian, seharusnya ikut menyejahterakan petani. Ia mendorong pemerintah membuat kebijakan yang adil bagi petani tanpa membebani masyarakat sebagai konsumen.
“Sekarang ini kondisi harga masih normal. Yang perlu saya tekankan, Jawa Timur ini lumbung pangan nasional, kita punya potensi besar dari sektor pertanian, yang bisa dikembangkan secara luas," seru Arum.
Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengungkap kasus beras oplosan. Nilai kerugian masyarakat sebagai konsumen pun tidak tanggung-tanggung, nyaris menyentuh nilai Rp 100 triliun per tahun.
Kepala Satgas Pangan Polri, Brigjen Pol Helfi Assegaf menyampaikan, kerugian sebesar itu berasal dari peredaran beras oplosan dengan label premium dan label medium. Rincinya, Rp 34,21 triliun dari beras premium dan Rp 65,14 triliun dari beras medium.
”Bapak Mentan (Amran Sulaiman) menyampaikan hasil temuan di lapangan terhadap mutu dan harga beras yang anomali. Karena di masa panen raya, beras surplus kok terjadi kenaikan harga yang luar biasa," ujar Brigjen Pol Helfi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
