
Ketua PGRI Kota Surabaya, Agnes Warsiati mendukung program Kamis Mlipis. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - PGRI Kota Surabaya menyambut baik kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang mewajibkan siswa TK, SD, hingga SMP untuk berbahasa Jawa Krama di sekolah setiap Kamis.
"Kami sangat mendukung ya. Karena apa? Ini bisa menjadi upaya agar anak muda memiliki karakter sopan santun," tutur Ketua PGRI Kota Surabaya, Agnes Warsiati kepada JawaPos.com, Senin (21/7).
Agnes bercerita bahwa sebelumnya, Pemprov Jawa Timur (Jatim) pernah menerapkan kebijakan wajib berbahasa Jawa di sekolah setiap hari Senin.
"Tetapi kenyataannya, setiap hari Senin, siswa-siswi ini malah takut untuk bertemu kita (guru). Takut nanti harus 'boso' (berbicara bahasa Jawa krama ke guru). Padahal bahasa Jawa itu kan ada banyak tingkatan," tambahnya.
Dikutip dari buku Tingkat Tutur Bahasa Jawa (2013) oleh Soepomo Poedjosoedarmo dkk, ada tiga tingkatan bahasa Jawa, yakni bahasa Jawa ngoko, bahasa Jawa madya, dan bahasa Jawa krama inggil.
"Kami mendukung (program Kamis Mlipis), tetapi semoga jangan yang terlalu krama. Seperti krama inggil (tingkatan bahasa jawa paling halus), yang digunakan di keseharian saja, yang terpenting mereka (anak-anak) punya karakter sopan santun," jelas Agnes.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya mewajibkan penggunaan Bahasa Jawa di lingkungan sekolah setiap hari Kamis. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Walikota Surabaya Nomor 17 Tahun 2025.
Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan bahwa kebijakan ini berlaku bagi siswa di jenjang pendidikan TK, SD, hingga SMP. Melalui program Kamis Mlipis, krama inggil akan dimasukkan dalam muatan lokal wajib.
"Kami sangat siap mendukung revitalisasi ini. Bahasa Jawa telah ditetapkan sebagai pelajaran wajib, dan Krama Inggil akan menjadi bagian tak terpisahkan dari modul ajar kami," ucap Yusuf di Surabaya, Rabu (9/7) lalu.
Sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, Yusuf tak menampik adanya keberagaman budaya dan etnis di Kota surabaya. Termasuk dalam kemampuan Bahasa Jawa siswa.
“Pengajaran akan disesuaikan dengan Bahasa Jawa khas Surabaya. Misalnya, dalam mendongeng, siswa bisa menggunakan cerita daerah dengan logat khas seperti kata 'rek' atau 'koen'. Jadi penerapannya fleksibel," imbuhnya

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
