
Camat Pabean Cantian Muhammad Januar Rizal. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com-Kisah pilu seorang lansia bernama Siti Fatimah, 65, yang dititipkan keempat anak kandungnya ke Griya Lansia Husnul Khatimah, Malang, viral. Itu menjadi topik hangat di media sosial.
Kisahnya pertama kali dibagikan Ketua Yayasan Griya Lansia Arief Camra ke beberapa media sosial, termasuk Instagram. Dalam video berdurasi kurang dari 5 menit itu, Arief membagikan proses menjemput Fatimah.
"Dulur jangan sedih, jangan kaget, dan jangan terbawa emosi. Hari ini, Selasa, 15 Juli 2025, ada serah terima ibu secara total ke griya lansia oleh 4 anak kandungnya," ucap Arief, dikutip dari unggahan Instagram @ariefcamra, Kamis (17/7).
Merespons peristiwa itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lewat Kecamatan Pabean Cantian berupaya membujuk agar Mbah Fatimah dapat dirawat dan berkumpul kembali bersama keluarga.
Camat Pabean Cantian Muhammad Januar Rizal mengatakan, kasus Mbah Fatimah tidak sesederhana apa yang sedang viral. Lukman Hakim, anak kedua tidak memiliki niat untuk membuang ibunya.
“Sebenarnya tidak ada niat ditelantarkan oleh anaknya. Tetapi, karena keterbatasan untuk merawat, anaknya memilih menitipkan ibunya ke tempat yang lebih baik,” ujar Januar kepada awak media di Surabaya, Kamis (17/7).
Januar menuturkan Lukman sehari-hari bekerja serabutan dan menumpang di rumah sepupunya. Dia merasa kewalahan merawat ibunya sendiri, terlebih dengan kondisi keuangan yang pas-pasan.
Sementara ketiga anak lainnya tinggal di Kalimantan dan Madura. Januar menekankan bahwa Lukman hanya ingin ibunya mendapatkan perawatan lebih layak, tanpa ada maksud menelantarkan apalagi membuang.
“Sebenarnya mereka termasuk dalam kategori keluarga miskin dan telah menerima Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) berupa beras dari Bulog," imbuh Muhammad Januar Rizal.
Camat Pabean Cantian ini mengaku telah menghubungi Arief Camra untuk klarifikasi. Januar mengakui bahwa perawatan di Griya Lansia luar biasa.
"Saya matur nuwun sudah membantu warga kami," ujar Januar.
Terkait larangan menjenguk dan tidak ada pemberitahuan ketika Mbah Fatimah meninggal, seperti yang dikatakan Arief Camra dalam unggahan videonya, Januar menyebut hal tersebut tidak benar.
“Kalau menjenguk silakan setiap bulan, dua bulan tidak masalah. Apa yang disampaikan di media sosial itu mungkin peringatan untuk anak-anak agar tidak menelantarkan orang tuanya,” seru Januar.
Guna menyelesaikan masalah tempat tinggal, Pemkot Surabaya menawarkan bantuan kontrakan sementara kepada Lukman agar Mbah Fatimah dapat dirawat kembali oleh anaknya di lingkungan keluarga sendiri.
“Tadi saya berusaha untuk menawarkan ke anaknya, saya sediakan kos-kosan, saya kontrakkan. Dalam satu bulan ini saya kontrakkan terlebih dahulu supaya apa? Supaya lepas dari rumahnya sepupunya," ujar Muhammad Januar Rizal.
Pemkot siap memfasilitasi akomodasi dan transportasi. Namun, keputusan membawa kembali Fatimah ke Surabaya tetap berada di tangan anak-anaknya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
