Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 02.24 WIB

Pemkot Surabaya Pastikan Tidak Ada Beras Oplosan, Ketersediaan Aman

Pemkot Surabaya dan Satgas Pangan Polrestabes Surabaya saat sidak ke pasar tradisional dan perusahaan disributor beras, Kamis (17/7). (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Pemkot Surabaya dan Satgas Pangan Polrestabes Surabaya saat sidak ke pasar tradisional dan perusahaan disributor beras, Kamis (17/7). (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Temuan beras premium oplos kembali membuat resah masyarakat Indonesia. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menyebut praktik kecurangan ini menimbulkan kerugian konsumen hingga Rp 99 triliun.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Satgas Pangan Polrestabes Surabaya melakukan sidak ke sejumlah pasar tradisional dan perusahaan distributor beras.

Inspeksi mendadak hari ini, Kamis (17/7), menyasar Pasar Pucang Anom, Pasar Tambahrejo, dan sebuah perusahaan distribusi beras di kawasan Surabaya Barat. Hasilnya, stok beras di Surabaya aman dan tidak teroplos.

"Tidak ada temuan beras oplosan. Kami belum menemukan (pada sidak kali ini)," tutur Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Agung Supriyo Wibowo.

Ia mengatakan sidak ini bertujuan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa isu beras oplosan tidak ditemukan di Surabaya. Beras-beras yang diperiksa, semuanya terbukti merupakan beras premium.

"Berdasarkan hasil sidak hari ini, kami tidak menemukan beras oplosan di Kota Surabaya. Selain itu, ketersediaan beras di Surabaya juga sangat aman," imbuhnya.

Pemkot Surabaya akan bertindak tegas jika ditemukan praktik pengoplosan. Untuk itu, mereka bekerja sama dengan Satgas Pangan Polrestabes Surabaya dalam melakukan sidak dan penelusuran.

"Kami menggandeng Satgas Pangan Kepolisian. Dari rapat dengan Menteri Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian, nanti akan ditindaklanjuti oleh Satgas Pangan Kepolisian," seru Agung.

Stok beras premium di Surabaya dipastikan masih mencukupi. Ketersediaannya mencapai angka delapan, yang berarti kebutuhan masyarakat masih dapat terpenuhi hingga delapan bulan ke depan.

"Imbauan kami bahwa di Surabaya untuk ketersediaan beras cukup, sangat cukup. Dan untuk isu-isu oplosan memang tidak kami temukan," tukas Agung.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore