Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Juli 2025 | 23.04 WIB

PGRI Surabaya: MPLS Harus Jadi Cermin Kota Ramah Anak

Ketua PGRI Kota Surabaya, Agnes Warsiati menyebut pelaksanaan MPLS harus mencerminkan Kota Ramah Anak. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Ketua PGRI Kota Surabaya, Agnes Warsiati menyebut pelaksanaan MPLS harus mencerminkan Kota Ramah Anak. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Surabaya, Agnes Warsiati turut menanggapi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 yang sedang berlangsung.

"Kita sudah rapat bersama dengan Dewan Pendidikan, para pengampu di sekolah, dan pengawa. Kita sepakat agar MPLS mencerminkan Surabaya ramah anak," tutur Agnes kepada JawaPos.com, Kamis (17/7).

Sebagai informasi, MPLS tahun ajaran 2025/2026 untuk jenjang pendidikan PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA di Kota Surabaya sudah dimulai sejak Senin (14/7) dan akan berakhir pada Jumat (18/7).

MPLS tahun ini mengusung tema "Sekolahku Rumahku, Guruku Orang Tuaku", sejalan dengan visi Surabaya sebagai Kota Layak Anak (KLA) dan menekankan pentingnya peran keluarga dalam pendidikan anak.

"Surabaya harus bergotong royong dalam mendidik anak. Begitu pula MPLS, harus menyenangkan, sehingga anak berpikir ini loh rumahku, ini loh guruku sebagai pengganti orang tua ku di luar rumah," imbuhnya.

Agnes menegaskan, MPLS harus menyenangkan agar anak merasa nyaman. Surabaya sebagai Kota Ramah Anak wajib memastikan setiap siswa merasa diterima dan gembira sejak hari pertama sekolah.

"Jadi jangan sampai mereka (anak-anak) tidak senang saat MPLS, karena bagaimanapun Surabaya ini kota ramah anak. Masa pengenalan lingkungan sekolah harus benar-benar membuat anak-anak gembira," seru Agnes.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menginstruksikan seluruh jenjang pendidikan untuk menciptakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah yang gembira, ramah, dan bebas dari bullying. 

"Karakter anak-anak ini akan dimulai dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sehingga suasana yang gembira dan nyaman akan membuat siswa betah di sekolah," tutur Eri di Surabaya, Selasa (15/7).
 
Sedangkan pengalaman buruk saat MPLS bisa memicu kurangnya kepercayaan diri siswa. Oleh karena itu, sekolah harus menciptakan suasana penuh kasih, kegembiraan, dan nilai-nilai religius sejak awal. (*)

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore