Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Juli 2025 | 23.07 WIB

100 Siswa Antusias Ikuti Hari Pertama MPLS Sekolah Rakyat Menengah Atas XXI UNESA Surabaya

Hari pertama MPLS Sekolah Rakyat Menengah Atas XXI Kota Surabaya, Senin (14/7). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Hari pertama MPLS Sekolah Rakyat Menengah Atas XXI Kota Surabaya, Senin (14/7). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Menengah Atas XXI Kota Surabaya, yang berlokasi di kawasan kampus 2 Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dimulai hari ini, Senin (14/7).

Dari pantauan JawaPos.com di lokasi, sebanyak 100 siswa antusias untuk mengikuti MPLS Menengah Atas XXI Surabaya. Mereka kemudian mengikuti pembukaan SR serentak seluruh Indonesia via zoom.

Setelah mengikuti seremoni pembukaan Sekolah Rakyat, siswa tertib melakukan tes kesehatan, seperti pengukuran tinggi badan, pemeriksaan mata, telinga, gigi, tensi darah, hingga tes fisik lari 1.600 meter.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menuturkan Sekolah Rakyat bertujuan untuk memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, memperluas akses pendidikan, dan memastikan tidak ada yang tertinggal.

"Sekolah Rakyat juga bagian dari menyiapkan generasi emas 2045. Ada trilogi sekolah rakyat, yakni memuliakan wong cilik (orang miskin), menjangkau yang belum terjangkau, dan memungkinkan yang tidak mungkin," tutur Gus Ipul dalam sambutannya, Senin (14/7).

Sementara itu, Kepala Sekolah Sekolah Rakyat Menengah Atas XXI Kota Surabaya, Prapti Wardani menerangkan bahwa SR merupakan satuan pendidikan dengan konsep boarding school (asrama).

"Kurikulumnya sudah terintegrasi ya, kurikulum nasional dan sudah ditetapkan oleh Kementerian Sosial. Jadi yang pertama itu penguatan karakter, kemudian intelektual," tutur Prapti kepada JawaPos.com.

Dalam hal kegiatan pembelajaran, Sekolah Rakyat akan menerapkan kurikulum nasional sesuai yang ditetapkan pemerintah. Lalu untuk keseharian karakter siswa, akan dikembangkan melalui konsep boarding school setelah sekolah.

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial, Mia Santi Dewi menyampaikan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi siswa Sekolah Rakyat, yakni dari keluarga miskin (gamis), serta mendapat izin dari ortu untuk tinggal di asrama.

"Selain itu, mereka juga masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSE) nasional. Jadi memang ada kriteria khusus. Rata-rata siswa SR keluarganya adalah penerima bantuan sosial (bansos)," tandasnya. (*)

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore