Bor-boran Kendangsari, Kota Mojokerto, yang diduga menjadi lokasi janjian dan mencari pasangan sesama jenis (gay). (Dok/Radar Mojokerto)
JawaPos.com-Masyarakat Mojokerto dibuat resah dengan dugaan aktivitas mesum sesama jenis di kolam air hangat Kedungsari. Aset mangkrak milik Pemkot Mojokerto tersebut bahkan ramai dibahas di grup Facebook komunitas gay.
Kolam air hangat Kedungsari atau yang lebih dikenal dengan bor-boran kerap muncul di grup Facebook Gay Mojokerto, yang memiliki 10 ribu anggota.
Dari sana, muncul dugaan bor-boran Kedungsari menjadi tempat janjian dan mencari pasangan gay. Bahkan tak hanya dari Mojokerto, beberapa pasangan sesama jenis dari Jombang hingga Sidoarjo pun datang ke sana.
Bahkan sebuah akun anonim pada Mei 2025 mengingatkan anggota grup Facebook Mojokerto Gay untuk tak meninggalkan jejak usai berbuat asusila. Dalam hal ini adalah bungkus dan karet kontrasepsi bekas.
’Karena (bungkus dan karet kontrasepsi yang tertinggal) bisa membuat kecurigaan dan emosi warga,’’ tulis akun anonim tersebut yang unggahannya kini telah dihapus.
Jawa Pos Radar Mojokerto kemudian mendatangi bor-boran Kedungsari yang letaknya di lahan kosong tengah kampung. Tepatnya di sekitar kolam pancuran yang mengeluarkan air hangat, tetapi penuh akan sampah plastik.
Di antara sampah plastik, seperti bungkus sampo, sabun, hingga deterjen, Jawa Pos Radar Mojokerto menemukan bekas kemasan lubricant (gel pelumas) dan celana dalam yang dibuang ke semak-semak.
Salah seorang warga sekitar, Sulis mengatakan sudah menjadi rahasia umum bahwa lahan aset Pemkot Mojokerto yang terbengkalai itu menjadi tempat berkumpulnya kaum penyuka sesama jenis (gay). Bahkan dari tahun-tahun sebelumnya.
Meski tak pernah melihat langsung, pemilik warung tersebut mengaku kerap didatangi anak muda laki-laki yang menanyakan lokasi bor-boran. "Tapi kalau anak sini tidak ada, mereka dari luar," ucap Sulis seperti dikutip dari Radar Mojokerto, Jumat (11/7).
Keresahan warga kian memuncak. Sulis menyebut belakangan muncul permintaan agar Pemkot Mojokerto menutup lokasi sumur bor. Permintaan berasal dari penghuni perumahan di sisi timur area tersebut.
’’Mungkin risih atau bagaimana lihat ada yang mandi di situ,’’ tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Abdul Rachman Tuwo mengaku sudah mendengar kabar bor-boran kedungsari yang diduga menjadi tempat mesum pasangan gay.
Abdul menyebut pihaknya tengah berupaya menelusuri praktik tersebut. ’’(Praktik mesum sesama jenis di bor-boran Kedungsari) Sudah jadi atensi, teman-teman bergerak cari data,’’ tukas Abdul. (*)

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
