
Kisah haru pasutri asal Sumenep, Nurul Hasanah dan Muhammad Latif. (Dokumentasi PPIH Debarkasi Surabaya)
JawaPos.com - Senyum semringah terpancar jelas di raut wajah Nurul Hasanah, jamaah haji asal Desa Banasare, Rubaru, Kabupaten Sumenep. Dia berhasil menunaikan ibadah haji dan telah kembali ke Tanah Air dengan selamat.
Nurul tidak henti-hentinya mengucap rasa syukur. Bagaimana tidak, dia bisa menunaikan ibadah haji yang selama ini diidamkan bersama suami tercinta, Muhammad Latif. Keduanya tergabung dalam kloter 24 Embarkasi Surabaya.
"Saya tidak menyangka berangkat haji dengan kondisi seperti sekarang ini. Tetapi ini adalah takdir terbaik Allah SWT untuk saya," tutur Nurul kepada awak media di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (19/6).
Nurul dan Latif mendaftar haji sejak 2012. Kala itu, Latif masih dalam kondisi sehat dan usahanya sukses di Malaysia. Namun di tengah kebahagiaan, Latif terkena serangan stroke pada 2015.
"Saat itu masih di Malaysia. Semua pengobatan kami tanggung sendiri tanpa asuransi. Subhanallah, bisa dibilang kami habis-habisan menggunakan harta kami untuk pengobatan suami," kenang perempuan 58 tahun ini.
Nurul menerangkan, stroke yang menyerang suami terjadi karena adanya pembuluh darah otak yang pecah, sehingga kepalanya perlu dioperasi. Pascaoperasi, Latif sempat koma selama 15 hari.
Setelah Latif pulih, Nurul dan sang suami memutuskan untuk kembali ke kampung halaman di Desa Banasare, Sumenep. Mereka kembali menata kehidupan dari awal bersama-sama."Suami tidak bisa bekerja, jadi saya yang bekerja. Sehari-hari saya jualan gorengan seperti ote-ote dan pisang goreng. Rata-rata keuntungan yang saya peroleh perhari sekitar 20 ribu," tutur Nurul.
Selain jualan keliling, ibu dua anak ini juga menjajakan gorengan dan rujak buatannya di pesta pernikahan, khitanan, pengajian umum, dan acara-acara seremoni lainnya.
"Lumayan bisa dapat keuntungan lebih banyak. Alhamdulillah, Allah SWT memberikan rezeki lewat saudara-saudara dan para tetangga. Mereka bahkan memberi uang saku sebelum kami berangkat," tuturnya.
Selama di Tanah Suci, Nurul merasa bersyukur karena kamar ia dan suami saling berdekatan dan satu lantai baik di Madinah maupun di Makkah. Ia juga sebisa mungkin mendorong kursi roda suaminya sendiri.
Nurul bersyukur ia dan suami diberi kesehatan sehingga dapat mengikuti semua rangkaian ibadah haji dengan baik. "Meskipun dengan membawa suami berkursi roda, Alhamdulillah kami tidak sakit macam-macam," ucap Nurul.
Dari kisah Nurul, kita belajar arti ketulusan dan kesabaran. Meski hidup sederhana, ia tetap tabah merawat suami, hingga akhirnya bisa menunaikan haji bersama orang yang dicintainya.
Kini, Nurul dan suami telah kembali ke Sumenep. Bus rombongan mereka berangkat dari Asrama Haji Sukolilo, Surabaya pada Kamis (19/6) sekitar pukul 02.00 WIB. (*)

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
