Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Juni 2025 | 02.30 WIB

Suami Stroke, Lalu Menata Hidup Lagi dengan Jual Gorengan di Kampung Halaman, Kini Nurul dan Latif Tuntas Berhaji

Kisah haru pasutri asal Sumenep, Nurul Hasanah dan Muhammad Latif. (Dokumentasi PPIH Debarkasi Surabaya) - Image

Kisah haru pasutri asal Sumenep, Nurul Hasanah dan Muhammad Latif. (Dokumentasi PPIH Debarkasi Surabaya)

JawaPos.com - Senyum semringah terpancar jelas di raut wajah Nurul Hasanah, jamaah haji asal  Desa Banasare, Rubaru, Kabupaten Sumenep. Dia berhasil menunaikan ibadah haji dan telah kembali ke Tanah Air dengan selamat.

Nurul tidak henti-hentinya mengucap rasa syukur. Bagaimana tidak, dia bisa menunaikan ibadah haji yang selama ini diidamkan bersama suami tercinta, Muhammad Latif. Keduanya tergabung dalam kloter 24 Embarkasi Surabaya. 

"Saya tidak menyangka berangkat haji dengan kondisi seperti sekarang ini. Tetapi ini adalah takdir terbaik Allah SWT untuk saya," tutur Nurul kepada awak media di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (19/6).

Nurul dan Latif mendaftar haji sejak 2012. Kala itu, Latif masih dalam kondisi sehat dan usahanya sukses di Malaysia. Namun di tengah kebahagiaan, Latif terkena serangan stroke pada 2015.

"Saat itu masih di Malaysia. Semua pengobatan kami tanggung sendiri tanpa asuransi. Subhanallah, bisa dibilang kami habis-habisan menggunakan harta kami untuk pengobatan suami," kenang perempuan 58 tahun ini.

Nurul menerangkan, stroke yang menyerang suami terjadi karena adanya pembuluh darah otak yang pecah, sehingga kepalanya perlu dioperasi. Pascaoperasi, Latif sempat koma selama 15 hari.

Setelah Latif pulih, Nurul dan sang suami memutuskan untuk kembali ke kampung halaman di Desa Banasare, Sumenep. Mereka kembali menata kehidupan dari awal bersama-sama."Suami tidak bisa bekerja, jadi saya yang bekerja. Sehari-hari saya jualan gorengan seperti ote-ote dan pisang goreng. Rata-rata keuntungan yang saya peroleh perhari sekitar 20 ribu," tutur Nurul.

Selain jualan keliling, ibu dua anak ini juga menjajakan gorengan dan rujak buatannya di pesta pernikahan, khitanan, pengajian umum, dan acara-acara seremoni lainnya.

"Lumayan bisa dapat keuntungan lebih banyak. Alhamdulillah, Allah SWT memberikan rezeki lewat saudara-saudara dan para tetangga. Mereka bahkan memberi uang saku sebelum kami berangkat," tuturnya.

Selama di Tanah Suci, Nurul merasa bersyukur karena kamar ia dan suami saling berdekatan dan satu lantai baik di Madinah maupun di Makkah. Ia juga sebisa mungkin mendorong kursi roda suaminya sendiri.

Nurul bersyukur ia dan suami diberi kesehatan sehingga dapat mengikuti semua rangkaian ibadah haji dengan baik. "Meskipun dengan membawa suami berkursi roda, Alhamdulillah kami tidak sakit macam-macam," ucap Nurul.

Dari kisah Nurul, kita belajar arti ketulusan dan kesabaran. Meski hidup sederhana, ia tetap tabah merawat suami, hingga akhirnya bisa menunaikan haji bersama orang yang dicintainya.

Kini, Nurul dan suami telah kembali ke Sumenep. Bus rombongan mereka berangkat dari Asrama Haji Sukolilo, Surabaya pada Kamis (19/6) sekitar pukul 02.00 WIB. (*)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore