Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Juni 2025 | 01.11 WIB

Tak Perlu Sewa Lagi, Pelaku UMKM Surabaya Kini Bisa Jualan di Parkiran Minimarket, Listrik dan Air Ditanggung Pemkot Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam konferensi pers bersama APRINDO di ruang sidang wali kota, Rabu (18/6). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam konferensi pers bersama APRINDO di ruang sidang wali kota, Rabu (18/6). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Selain penerapan gratis parkir, Pemkot Surabaya dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) sepakat untuk memanfaatkan halaman minimarket sebagai tempat untuk pelaku UMKM berjualan.

Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Eri Cahyadi dalam pertemuan bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Kota Surabaya di ruang sidang wali kota, kompleks Balai Kota Surabaya, Rabu (18/6). 

Dalam pertemuan tersebut, Eri mengingatkan bahwa sebagaimana tercantum dalam Perwali Nomor 116 Tahun 2023, lahan parkir toko usaha bisa dimanfaatkan untuk kegiatan UMKM, asal tanpa dipungut biaya sewa.

“Lalu dalam Perda Nomor 1 Tahun 2023 (tentang perindustrian dan perdagangan), toko modern (diharapkan dapat) membantu mengurangi kemiskinan (di daerah tersebut) pada waktu itu," tutur Eri.

Salah satunya dengan memberikan kesempatan kepada warga Surabaya yang juga pelaku UMKM untuk menjual produknya sendiri di area parkir toko modern. Eri memberikan contoh pedagang Soto, Es Degan, dan pelaku UMKM lainnya.

Wali Kota Eri Cahyadi memastikan pelaku UMKM dari Kota Surabaya tidak dipungut biaya untuk menempati stan yang berada di depan atau halaman minimarket. Pemkot juga siap menanggung biaya listrik dan airnya.

"Yang bayar listrik dan yang nyepakno (menyediakan) token itu pemerintah kota, lalu yang menyiapkan air juga pemerintah kota, jadi tidak membebani teman-teman dari toko modern (minimarket)," sambungnya.

Namun, untuk biaya iuran sampah yang dihasilkan oleh pelaku UMKM nantinya akan diberikan di pihak toko modern. "Tetapi, terkait sampahnya (ditanggung) toko modern," terang  alumnus Universitas Airlangga itu.

Eri Cahyadi menyebut hal ini bertujuan agar warga Surabaya yang membutuhkan lahan tetap bisa berjualan. Dengan begitu harapannya bisa memutus rantai kemiskinan dan pengangguran terbuka warga Surabaya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore