Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Juni 2025 | 22.25 WIB

Pendapatan RS Eka Candrarini Seret, Jauh dari Target Rp 105 Miliar, Anggota DPRD Surabaya Soroti Kinerja

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Imam Syafi - Image

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Imam Syafi

JawaPos.com-Sejak diresmikan pertengahan Desember 2024, operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Eka Candrarini, di Jalan Medokan Asri Tengah, Surabaya, menjadi perhatian berbagai pihak. 

Salah satunya dari Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Imam Syafi'i. Dia mengungkapkan pendapatan rumah sakit terbaru yang dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ini seret, jauh dari target yang dicanangkan.

Dalam rapat evaluasi triwulan I tahun anggaran 2025, Imam menyebut hingga Mei 2025, RSUD Eka Candrarini baru menghasilkan Rp 3,56 miliar, sekitar 3,39 persen dari target pendapatan tahun ini sebesar Rp 105 miliar.

“Coba bayangkan, target pendapatan Rp 105 miliar, tetapi hingga bulan Mei baru terkumpul Rp 3,56 miliar. Itu pun dengan bed occupancy ratio (BOR) hanya 17 persen," tutur Imam di Surabaya, Senin (9/6).

Dia mengaku tak kaget dengan capaian RSUD Eka Candrarini. Sebab sejak awal beroperasi, ia telah memperingatkan bahwa rumah sakit butuh waktu lama untuk bisa berkembang dan mencapai titik impas pendapatan.

Menurut Politikus Partai NasDem itu, anjloknya pendapatan rumah sakit ini juga menjadi bukti bahwa pembangunan fasilitas kesehatan tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa tanpa perhitungan matang.

"Bahkan ketika kami tanya langsung ke Direktur RS Suwandi dan BDH yang menyebut butuh minimal lima tahun untuk rumah sakit baru bisa mandiri secara finansial. Ini tidak bisa ujug-ujug langsung untung," imbuh Imam. 

Imam menyayangkan pembangunan RS Eka Candrarini yang nyaris menghabiskan setengah triliun rupiah, tetapi belum dilengkapi alat medis CT Scan dan MRI yang bisa menunjang pendapatan.

"Kalau CT Scan dan MRI belum ada, terus apa yang bisa diandalkan untuk mengejar target pendapatan dalam tujuh bulan tersisa? Bangunan RS ini tidak kalah dengan swasta, tetapi sayang kalau pendapatannya segini-gini saja," tukas Imam.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore