
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi angkat bicara tentang pernyataan Forum Solidaritas Madura Indonesia. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Usai penyegelan sejumlah halaman parkir minimarket di Surabaya karena tak sediakan petugas resmi, masyarakat kembali digegerkan dengan pernyataan sikap Forum Solidaritas Madura Indonesia (FSMI).
Dalam video berdurasi satu menit yang beredar luas di media sosial, FSMI menyatakan akan menggelar aksi lima hari berturut-turut sebagai bentuk protes terhadap komentar negatif yang dinilai menyudutkan suku Madura.
Namun tak berselang lama setelah viral dan menjadi bulan-bulanan warganet, FSMI mengurungkan niatnya. Aksi yang diklaim akan 'melumpuhkan Surabaya' itu batal digelar.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan tidak ada demonstrasi soal penertiban juru parkir. Ia mengaku telah bertemu dengan perwakilan FSMI di rumah dinasnya, Jumat (13/6) malam.
"Insya Allah teman-teman apakah ada (demo)? itu Insya Allah nggak ada. Karena kita sudah terangkan, ini lah yang terjadi (minimarket di Surabaya wajib sediakan petugas parkir resmi dan berseragam)," tutur Eri, Sabtu (14/6).
Seluruh petugas parkir yang menjadi bagian dari FSMI juga diminta untuk jujur dalam menjalankan tugas. Terpenting, lanjut Eri, tidak menarik uang parkir melebihi tarif yang tertera pada karcis.
"Maka kalau kita ingin menjaga Surabaya, ketika menjadi petugas parkir, satu, jangan menarik parkir di atas karcis yang sudah ditentukan. Kedua, jangan menarik uang tanpa karcis, beres toh," sambungnya.
Jika hal tersebut dilakukan dengan baik oleh petugas parkir, Eri optimistis masyarakat Surabaya tidak akan menyudutkan pihak mana pun, termasuk suku Madura. Hanya karena ulah satu orang, bisa membuat sekelompok orang merugi.
"Karena kalau orang yang tidak mengerti kan akhire ada yang fitnah A, fitnah B, fitnah C. Tetapi ketika dijelaskan secara gamblang, loh ya sudah, berarti sudah benar. Makanya ayo kita jalan bersama," seru Eri.
Bagi Eri, semua suku di Kota Surabaya memiliki kedudukan setara. Baik itu suku Jawa, suku Ambon, suku Madura, suku Batak, semuanya berhak mendapat perlakuan yang sama.
"Warga Surabaya kan kepengin gitu saja toh (bebas jukir ilegal), aman, nyaman. Nah, yang kalau ternyata ada oknum yang itu (jukir liar) ya ayo kita lawan bersama, gitu loh, jangan diam saja" imbuhnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
