Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Juni 2025 | 01.59 WIB

Forum Solidaritas Madura Indonesia Batalkan Aksi Demo, Wali Kota Eri Cahyadi: Surabaya Milik Semua Suku, Tak Ada Diskriminasi

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi angkat bicara tentang pernyataan Forum Solidaritas Madura Indonesia. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi angkat bicara tentang pernyataan Forum Solidaritas Madura Indonesia. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Usai penyegelan sejumlah halaman parkir minimarket di Surabaya karena tak sediakan petugas resmi, masyarakat kembali digegerkan dengan pernyataan sikap Forum Solidaritas Madura Indonesia (FSMI).

Dalam video berdurasi satu menit yang beredar luas di media sosial, FSMI menyatakan akan menggelar aksi lima hari berturut-turut sebagai bentuk protes terhadap komentar negatif yang dinilai menyudutkan suku Madura.

Namun tak berselang lama setelah viral dan menjadi bulan-bulanan warganet, FSMI mengurungkan niatnya. Aksi yang diklaim akan 'melumpuhkan Surabaya' itu batal digelar.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan tidak ada demonstrasi soal penertiban juru parkir. Ia mengaku telah bertemu dengan perwakilan FSMI di rumah dinasnya, Jumat (13/6) malam.

"Insya Allah teman-teman apakah ada (demo)? itu Insya Allah nggak ada. Karena kita sudah terangkan, ini lah yang terjadi (minimarket di Surabaya wajib sediakan petugas parkir resmi dan berseragam)," tutur Eri, Sabtu (14/6).

Seluruh petugas parkir yang menjadi bagian dari FSMI juga diminta untuk jujur dalam menjalankan tugas. Terpenting, lanjut Eri, tidak menarik uang parkir melebihi tarif yang tertera pada karcis.

"Maka kalau kita ingin menjaga Surabaya, ketika menjadi petugas parkir, satu, jangan menarik parkir di atas karcis yang sudah ditentukan. Kedua, jangan menarik uang tanpa karcis, beres toh," sambungnya.

Jika hal tersebut dilakukan dengan baik oleh petugas parkir, Eri optimistis masyarakat Surabaya tidak akan menyudutkan pihak mana pun, termasuk suku Madura. Hanya karena ulah satu orang, bisa membuat sekelompok orang merugi.

"Karena kalau orang yang tidak mengerti kan akhire ada yang fitnah A, fitnah B, fitnah C. Tetapi ketika dijelaskan secara gamblang, loh ya sudah, berarti sudah benar. Makanya ayo kita jalan bersama," seru Eri.

Bagi Eri, semua suku di Kota Surabaya memiliki kedudukan setara. Baik itu suku Jawa, suku Ambon, suku Madura, suku Batak, semuanya berhak mendapat perlakuan yang sama.

"Warga Surabaya kan kepengin gitu saja toh (bebas jukir ilegal), aman, nyaman. Nah, yang kalau ternyata ada oknum yang itu (jukir liar) ya ayo kita lawan bersama, gitu loh, jangan diam saja" imbuhnya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore