Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Mei 2025 | 13.06 WIB

Ganti Acara Wisuda Berbayar, Dispendik Surabaya: Uangnya Bisa Dipakai untuk Biaya Jenjang Pendidikan Berikutnya

Ilustrasi siswa Sekolah Menengah Pertama. (Humas Pemkot Surabaya). - Image

Ilustrasi siswa Sekolah Menengah Pertama. (Humas Pemkot Surabaya).

JawaPos.com - Alih-alih menggelar wisuda yang mahal, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya mengimbau sekolah SD dan SMP untuk membuat acara pelepasan siswa yang hemat biaya namun tetap bermakna. 

"Anak butuh kenangan saat terakhir sekolah, tapi nggak usah lah kita bikin yang vulgar, misalnya mengundang Krisdayanti. Jangan memberatkan orang tua siswa, gak oleh," tutur Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh, Jumat (16/5).

Menurutnya, pelepasan di sekolah yang bermakna dapat dilakukan dengan banyak cara. Yang penting prinsipnya, kesederhanaan, kebersamaan, dan kreatif.

"Seragam pentas juga, masa kalau menari, kita gak pakai seragam tari itu namanya bukan lagi tari? kan enggak. Berarti kan bisa hemat, bikin pentas seni, yang nyanyi teman-temannya sendiri," imbuhnya. 

Yusuf meminta para sekolah agar lebih peka terhadap kondisi ekonomi keluarga siswa-siswi. Daripada menggelar wisuda yang mewah, lebih baik uangnya digunakan untuk mendukung biaya pendidikan ke jenjang berikutnya.

"Apresiasi, kepala sekolah menyemangati 'anak-anak semangat, biar pun kita sederhana, tetapi lebih baik bisa melanjutkan sekolah sesuai harapan kita', keren kan," sambung Yusuf.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa sejak 2015 lalu, Pemkot melarang kegiatan wisuda bagi jenjang pendidikan SD-SMP Negeri. 

Dengan kebijakan larangan wisuda, Eri berharap kepala sekolah, guru, dan orang tua untuk peduli dengan orang disekelilingnya. Ia tak menampik mahalnya biaya wisuda membebani finansial sebagian orang tua murid.

"Wisuda sekolah memang jadi momen menggembirakan atau dinanti anak-anak kita, tetapi sejatinya esensi sebuah pendidikan bukan itu. Bukan soal euforia kelulusan tiap akhir tahun pelajaran," ucap Eri, Rabu (14/5).

Bagi dia, yang paling penting dalam pendidikan adalah proses pembentukan karakter siswa. Oleh karena itu, ia mengingatkan pihak sekolah untuk tidak lagi menarik iuran wisuda kepada wali murid.

"Kita bukan melarang kegembiraan, tetapi agar tidak ada murid yang kecewa karena keterbatasan biaya, acara wisuda bisa diganti doa bersama, saling berpamitan dan memohon doa restu ke Bapak/Ibu guru kita," jelas Eri. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore