
Ilustrasi siswa Sekolah Menengah Pertama. (Humas Pemkot Surabaya).
JawaPos.com - Alih-alih menggelar wisuda yang mahal, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya mengimbau sekolah SD dan SMP untuk membuat acara pelepasan siswa yang hemat biaya namun tetap bermakna.
"Anak butuh kenangan saat terakhir sekolah, tapi nggak usah lah kita bikin yang vulgar, misalnya mengundang Krisdayanti. Jangan memberatkan orang tua siswa, gak oleh," tutur Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh, Jumat (16/5).
Menurutnya, pelepasan di sekolah yang bermakna dapat dilakukan dengan banyak cara. Yang penting prinsipnya, kesederhanaan, kebersamaan, dan kreatif.
"Seragam pentas juga, masa kalau menari, kita gak pakai seragam tari itu namanya bukan lagi tari? kan enggak. Berarti kan bisa hemat, bikin pentas seni, yang nyanyi teman-temannya sendiri," imbuhnya.
Yusuf meminta para sekolah agar lebih peka terhadap kondisi ekonomi keluarga siswa-siswi. Daripada menggelar wisuda yang mewah, lebih baik uangnya digunakan untuk mendukung biaya pendidikan ke jenjang berikutnya.
"Apresiasi, kepala sekolah menyemangati 'anak-anak semangat, biar pun kita sederhana, tetapi lebih baik bisa melanjutkan sekolah sesuai harapan kita', keren kan," sambung Yusuf.
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa sejak 2015 lalu, Pemkot melarang kegiatan wisuda bagi jenjang pendidikan SD-SMP Negeri.
Dengan kebijakan larangan wisuda, Eri berharap kepala sekolah, guru, dan orang tua untuk peduli dengan orang disekelilingnya. Ia tak menampik mahalnya biaya wisuda membebani finansial sebagian orang tua murid.
"Wisuda sekolah memang jadi momen menggembirakan atau dinanti anak-anak kita, tetapi sejatinya esensi sebuah pendidikan bukan itu. Bukan soal euforia kelulusan tiap akhir tahun pelajaran," ucap Eri, Rabu (14/5).
Bagi dia, yang paling penting dalam pendidikan adalah proses pembentukan karakter siswa. Oleh karena itu, ia mengingatkan pihak sekolah untuk tidak lagi menarik iuran wisuda kepada wali murid.
"Kita bukan melarang kegembiraan, tetapi agar tidak ada murid yang kecewa karena keterbatasan biaya, acara wisuda bisa diganti doa bersama, saling berpamitan dan memohon doa restu ke Bapak/Ibu guru kita," jelas Eri.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
