
Rekaman CCTV sekolah yang memperlihatkan detik-detik Steven tewas kesetrum listrik di SMAK Frateran Surabaya. (Juliana Christy/JawaPos.com)
JawaPos.com – Kematian tragis Steven Suka Hariyadi (15), siswa SMPK AC Surabaya, yang tersengat listrik di rooftop SMAK Frateran Surabaya, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan teman-temannya.
Insiden itu terjadi saat Steven dan empat temannya berlatih Uprak (Ujian Praktik) pada hari libur Nyepi, 28 Maret 2025 lalu.
Pada 24 Maret 2025, Steven sempat mengirim pesan WhatsApp kepada Donatus, salah satu guru di sekolahnya.
Dalam pesan itu, Steven meminta izin untuk latihan Uprak di rumah temannya, Chelsea, pada 25 Maret 2025. Namun, Donatus menyarankan agar latihan tersebut dilakukan di sekolah dengan alasan keamanan dan pengawasan.
Sebagai tindak lanjut, pada 25 Maret, guru meminta penjaga sekolah untuk membuka pintu laboratorium agar Steven dan teman-temannya bisa berlatih Uprak.
"Lab sudah dibuka sejak pagi pukul 08.00, tetapi sampai pukul 17.00 tidak ada yang memakainya. Demikian juga pada tanggal 26 dan 27 Maret," ungkap Tjandra Sridjaja, Ketua Dewan Pembina IKA Frateran dalam Konferensi Pers di SMAK Frateran Surabaya, Sabtu (10/5).
Pada 28 Maret 2025, yang bertepatan dengan libur Nyepi, Steven selaku ketua tim Uprak mengajak empat orang temannya untuk latihan di sekolah.
Tanpa izin resmi dari sekolah, mereka masuk melalui pintu belakang yang merupakan akses menuju asrama SMAK Frateran.
"Mereka inisiatif sendiri masuk lewat pintu asrama. Berdasarkan chat WA yang ada, Veronika, salah satu teman Steven, mengajak ke rooftop lantai 4," jelas Tjandra.
Rekaman CCTV menunjukkan Steven bersama teman-temannya mengenakan pakaian santai—kaos dan celana pendek. Steven tampak memakai kaos putih dan celana pendek.
Mereka berlatih di rooftop tersebut hingga Steven terlihat mencoba melompati pagar besi pembatas.
Awalnya, ia berusaha melompat langsung, tetapi tidak berhasil. Ia kemudian melepaskan sepatunya dan berjalan ke sisi samping pagar sebelum memanjat.
Saat memanjat pagar tersebut, Steven diduga menginjak kabel listrik AC yang terkelupas dan berada di genangan air, menyebabkan dirinya tersengat listrik.
"Dari CCTV terlihat, Steven sempat berteriak dirinya kesetrum sambil memegang pagar besi, namun teman-temannya sempat mengira ia hanya bercanda," ujar Tjandra.
Melihat Steven tidak bergerak dan jatuh, teman-temannya segera berteriak meminta pertolongan. Pihak sekolah dan satpam langsung membawa Steven ke Rumah Sakit Adi Husada Undaan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
