
Satpol PP Kota Surabaya saat menangani anak-anak atau remaja yang melakukan tindak kekerasan. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur (LPA Jatim) menyoroti langkah Pemkot Surabaya dalam menangani kasus kekerasan oleh kelompok anak dan remaja.
Pengurus LPA Jatim M. Isa Anshori menilai Pemkot masih sering ragu bersikap tegas terhadap anak karena takut disalahartikan sebagai kekerasan. Padahal ketegasan diperlukan demi melindungi anak dan sekitarnya.
"Sudah saatnya ketegasan perlu dilakukan Pemkot Surabaya kepada anak-anak yang perilakunya sudah membahayakan dirinya sendiri, orang lain, bahkan keluarganya," ucap Isa di Surabaya, Senin (5/5).
Ia menegaskan bahwa kekerasan yang dilakukan anak, termasuk tawuran dan penolakan sekolah, bukan lagi dipandang sebagai insiden biasa. Melainkan gejala darurat sosial yang butuh respons cepat dan serius dari negara.
Karena itu, LPA Jatim mendorong Pemkot Surabaya untuk menerapkan pendekatan baru bagi remaja pelaku kekerasan. Yakni lewat pembinaan di Rumah Pemulihan Anak (RPA) berbasis rehabilitasi dan pendidikan karakter.
Usulan ini disampaikan menyusul terjadinya kasus tawuran antarkelompok remaja di Kawasan Tenggumung Karya Lor, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya pada awal April 2025 lalu.
"Ini harus dipahami sebagai alarm bahwa terjadi krisis moral pada anak-anak kita. Hal ini juga tidak bisa dibaca sebagai tanggung jawab orang tua saja, tetapi juga tanggung jawab sekolah, masyarakat, dan negara," imbuhnya.
Melalui RPA, anak-anak yang melakukan kekerasan dan tidak bisa lagi dibina dalam keluarga, akan mendapatkan pendampingan psikologis, pelatihan keterampilan, serta pendidikan berbasis karakter dan vokasi.
"RPA bisa didirikan melalui kerja sama lintas sektor, dinas sosial, pendidikan, kepolisian, dan komunitas pemerhati anak. Penempatannya dapat melalui rekomendasi psikolog, keputusan pengadilan, atau asesmen sosial," jelasnya.
Isa berharap kehadiran RPA membuat Surabaya tak hanya fokus pada fasilitas ramah anak, tetapi juga mampu merangkul anak-anak yang terabaikan dari sistem pendidikan dan pengasuhan konvensional.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
