Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 April 2025 | 12.33 WIB

Pengusaha yang Laporkan Armuji ke Polisi Ingin Bertemu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Ada Apa?

Pengusaha Jan Hwa Diana yang melaporkan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji ke Polda Jatim. (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Pengusaha Jan Hwa Diana yang melaporkan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji ke Polda Jatim. (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com–Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji ke salah satu perusahaan di kawasan Margomulyo Suri Mulia Permai pada berujung menjadi polemik panjang. Dalam unggahan video di akun media sosial Armuji @cakj1, perusahaan tersebut diduga melakukan penahanan ijazah kepala mantan karyawan. Konten tersebut viral dan ramai diperbincangkan masyarakat.

Tak lama setelah itu, secara tiba-tiba Politikus yang akrab disapa Cak Ji itu dilaporkan pengusaha asal Surabaya Jan Hwa Diana ke Polda Jawa Timur. Laporan tersebut berkaitan dengan pencemaran nama baik.

Laporannya tercatat pada Kamis (10/4) pukul 19.30 WIB, dengan nomor LP/B/477/IV/2025/SPKT/Polda Jawa Timur. Armuji disangkakan pasal 25 dan 47 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE.

"Spesifiknya karena (Cak Ji) memasang foto saya dan suami tanpa izin (di konten media sosial), menggiring opini publik yang menyebabkan kerugian material dan immaterial," terang Diana di kawasan Surabaya Barat, Jumat (11/4) malam.

Diana lantas mengatakan ingin bertemu dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Ada banyak pertanyaan di benaknya yang ingin dia tanyakan kepada orang nomor satu di Kota Pahlawan itu.

"Apakah tugas Wawali (Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji) ya kalau sidak-sidak begini? Apakah nggak sebaiknya buat janji temu ya?" ucap pengusaha yang memiliki followers TikTok 18,7 ribu itu.

Sebagai pengusaha, Diana menuturkan bahwa ia memiliki jadwal yang padat. Bahkan tak setiap saat berada di perusahaan. Karena itu, dia mengaku bingung dengan tuduhan Cak Ji yang tak berdasar dan menyebutnya menjual narkoba. 

"Mau ketemu itu monggo, mau bicara satu hari juga monggo. Tetapi tolong lah jangan menyebarkan fitnah. Dibilang saya jual narkoba, siapa pun yang digitukan sakit hati, loh," imbuh dia.

Menurut Diana, sebagai pejabat yang mewakili sebuah instansi pemerintahan, Cak Ji seharusnya mematuhi prosedur, seperti mengirimkan surat pemberitahuan mediasi.

"Terus nggak ada janji temu, nggak ada orangnya, kok marah? Saya nggak ada. Kecuali ada bukti surat undangan resmi dari kantor Pemkot mau ketemu dan saya nolak, sombong dan arogan sekali saya. Nggak ada," ucap Diana.

Atas viralnya konten Sidak Armuji yang menyeret namanya, Diana melapor ke polisi karena merasa dirugikan. Tidak hanya nama baiknya yang tercoreng, Diana mengklaim keluarganya juga ikut menjadi bulan-bulanan warganet.

"Kenapa ya kita dituduh nggak bukain pintu? Padahal programnya Pak Eri mau menggiatkan UMKM ya. Gini kan usaha jadi mati, customer bingung masalahnya apa, ada masalah apa," seru Diana.

Kronologi
Perseteruan di antara keduanya bermula saat Cak Ji melakukan inspeksi mendadak ke perusahaan yang diduga milik Diana, CV SS di Pergudangan Margomulyo Suri Mulia Permai, Surabaya.

Dia memutuskan untuk mendatangi CV SS setelah mendapat aduan dari salah seorang warga yang mengaku telah mengundurkan diri dari perusahaan tersebut, namun ijazahnya masih ditahan. Sayangnya, kedatangan Cak Ji tak mendapat sambutan baik dari perusahaan. Tidak seorang pun dari CV SS yang menemuinya. Gerbang perusahaan pun tampak tertutup rapat.

Tak menyerah, orang nomor dua di Surabaya itu mencoba menelepon pemilik CV SS untuk mengklarifikasi dugaan penahanan ijazah. Mulanya, Cak Ji menelepon suami Diana bernama Handy Soenaryo.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore