
Ilustrasi- Misteri dan sejarah Makam Peneleh Surabaya (Freepik)
JawaPos.com - Makam Peneleh yang terletak di pusat kota Surabaya menyimpan berbagai cerita menarik yang menggabungkan sejarah, budaya, dan bahkan mitos yang berkembang di kalangan masyarakat.
Tempat ini bukan hanya menjadi saksi bisu bagi perjalanan panjang kota Surabaya, tetapi juga menyimpan jejak-jejak penting dari masa kolonial Belanda hingga perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Dikenal sebagai lokasi pemakaman tokoh-tokoh Belanda, Makam Peneleh juga dihiasi dengan berbagai cerita mistis yang menambah daya tariknya.
Melansir informasi dari Youtube Horror Grup, kita akan mengeksplorasi sejarah, kisah-kisah unik, dan potensi wisata yang dimiliki oleh Makam Peneleh, sebuah tempat yang layak untuk lebih diperkenalkan kepada publik.
Lokasi Strategis dan Akses Mudah
Makam Peneleh dapat dijangkau hanya dalam waktu empat menit dari Tugu Pahlawan. Lokasinya yang berada di pusat kota membuat tempat ini mudah diakses dan berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata sejarah dan budaya.
Tempat Peristirahatan Para Tokoh Kolonial
Menurut keterangan Mas Adi, seorang penjaga makam yang sudah bekerja lebih dari tujuh tahun, mayoritas jenazah yang dimakamkan di sini adalah orang-orang Belanda, termasuk tokoh penting seperti Komisaris Perez dan Gubernur Markus.
Dari segi arsitektur, makam ini berbeda dari makam pada umumnya karena banyak bangunannya yang menggunakan bahan marmer dan besi.
Fenomena Mistis yang Dialami Penjaga Makam
Mas Adi menceritakan bahwa dirinya pernah melihat sosok wanita berjubah putih dengan rambut panjang dan bau parfum menyengat di dekat patung besar di ujung makam menjelang waktu magrib.
Setelah kejadian tersebut, tubuhnya terasa berat seolah digandoli. Ia merasa lebih baik setelah mengambil air wudhu dan shalat. Beberapa rekan kerjanya juga pernah mengalami kesurupan di area makam ini.
Kafe dan Rumah Sejarah di Sebelah Makam
Tepat di sebelah makam, terdapat sebuah kafe bernama Logisan yang dikelola oleh Pak Puncak Sono. Ia merenovasi rumah tua dari tahun 1907 menjadi tempat publik karena kecintaannya terhadap sejarah.
Rumah ini dulunya adalah milik pejabat keuangan dan kini menjadi salah satu tempat berkumpulnya masyarakat yang ingin menikmati suasana masa lampau.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
