
Ribuan warga yang mengikuti sholat Ied di Masjid Al Akbar Surabaya. (Riana Setiawan / Jawa Pos)
JawaPos.com - Sholat Idul Fitri di Masjid Al Akbar Surabaya telah usai. Ribuan jemaah yang memenuhi masjid telah meninggalkan area ibadah. Namun, suasana di halaman masjid masih ramai. Banyak keluarga yang memanfaatkan momen ini untuk berfoto bersama, mengabadikan kenangan setelah menjalankan sholat Id.
Di antara kerumunan, seorang pria paruh baya tampak duduk di tangga masjid, memandangi layar ponselnya dengan mata berkaca-kaca. Rahmat baru saja selesai melakukan panggilan video dengan putrinya yang berada di luar negeri. “Tahun ini saya sholat Id sendirian. Biasanya ada istri dan anak saya, tapi tahun ini berbeda. Istri saya sudah tiada, anak saya merantau ke Jerman untuk kuliah,” katanya singkat.
Sementara itu, di sudut lain halaman masjid, pasangan suami istri, Anwar dan Lestari, terlihat tersenyum bahagia bersama putra mereka yang baru pulang dari perantauan. “Sudah lima tahun anak kami bekerja di luar kota dan baru kali ini bisa pulang lebaran,” ujar Anwar. Mereka memanfaatkan momen ini untuk berfoto bersama, sesuatu yang sudah lama mereka rindukan.
Kisah berbeda datang dari Hidayah, seorang ibu yang mengajak tiga anaknya untuk berlebaran di Surabaya setelah kehilangan suaminya tahun lalu. “Kami ingin merasakan suasana baru, mencoba menghibur diri agar tetap kuat,” tuturnya. Ia berharap lebaran tahun ini bisa menjadi awal baru bagi keluarganya.
Salat Id di Masjid Al Akbar Surabaya sendiri berlangsung khusyuk. Sejak pukul 04.30 WIB, ribuan masyarakat telah memadati area masjid. Salat dimulai pada pukul 06.05 WIB, dipimpin oleh Imam Besar KH. Abdul Hamid Abdullah. Sementara itu, Khotib yang bertugas adalah Dr. Akhmad Sruji Bachtiar, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.
Dalam khutbahnya, Akhmad Sruji Bachtiar mengingatkan bahwa Idulfitri bukan sekadar momen perayaan atau ajang saling bermaafan. Lebih dari itu, ini adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi diri dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT. Ia menegaskan bahwa Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk kembali meneguhkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga ibadah dan tidak merasa khawatir berlebihan terhadap kondisi dunia yang tidak menentu. “Allah SWT sudah menjamin rezeki hamba-hamba-Nya. Yang terpenting, kita tetap bertawakal dan berusaha dengan cara yang halal,” ujarnya. Selain itu, ia mengingatkan bahwa zakat merupakan wujud nyata kepedulian sosial dalam Islam.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh jemaah untuk menjadikan Idulfitri sebagai titik awal dalam memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. “Mari kita jaga keimanan yang telah kita bangun selama Ramadan. Jangan sampai semangat ibadah kita menurun setelah bulan suci ini berlalu,” pesannya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
