Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Maret 2025 | 06.07 WIB

Surabaya Kehabisan Lahan Makam, Wali Kota Eri Cahyadi Tidak Punya Pilihan Lain

TPU Keputih, Surabaya, hampir penuh dan hanya mampu menampung 32 ribu jenazah lagi. (Dokumentasi Jawa Pos) - Image

TPU Keputih, Surabaya, hampir penuh dan hanya mampu menampung 32 ribu jenazah lagi. (Dokumentasi Jawa Pos)

JawaPos.com - Peringatan bagi warga Surabaya. Bagi yang meninggal dunia dalam waktu dekat, keluarganya harus mencari alternatif lokasi makam keluar Kota Pahlawan. Pasalnya, lahan makam milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hampir habis.

Kondisi itu diakui Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Jumlah lahan makam semakin menipis. Dari 13 Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang dimiliki pemkot hampir penuh. "Iya penuh, (TPU) Babat Jerawat ya penuh. Keputih penuh kurang dikit," tutur Eri kepada JawaPos.com, Minggu (9/3).

Kondisi itu menuntut Pemkot Surabaya untuk segera mencari solusi konkret. Saat ini baru sistem tumpang yang menjadi pilihan untuk langkah darurat. Buktinya, tidak sedikit warga Surabaya yang terpaksa menumpuk jenazah keluarga dalam satu liang lahad.

"Ya memang terpaksa tumpang tindih kalau tidak ada lahan, karena jumlah kita (penduduk Surabaya) terlalu banyak. Ya nanti kan berbagi. Jadi tidak kita biarkan satu jenazah satu makam terus, gak nututi (gak cukup)," imbuhnya.

Adapun 13 TPU milik Pemkot Surabaya, adalah TPU Keputih, TPU Babat Jerawat, TPU Kembang Kuning, TPU Putat Gede, TPU Simo Kwagean, TPU Kalianak, TPU Asemjajar, TPU Karang Tembok.

Kemudian TPU Wonokusumo Kidul, TPU Kapas Krampung, TPU Tembok Gede, TPU Ngagel Rejo, dan TPU Belanda Peneleh. Pemkot Surabaya juga punya satu tempat krematorium di Keputih, Kecamatan Sukolilo.

Menurut Eri, keterbatasan lahan makam di Surabaya terjadi karena minimnya perhatian bersama. Banyak pihak yang berbondong-bondong membangun perumahan, tetapi tidak menyediakan area pemakaman.

"Kalau dia punya tanah kaplingan, itu seharusnya juga menghitung berapa makam yang disediakan. Selama ini kan gak dihitung meskipun punya kewajiban. Akhirnya (makam) penuh semua, terus mau ke mana?" seru Eri.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto bahwa Pemkot Surabaya menuturkan bahwa di TPU Babat Jerawat, TPU Ngagel Rejo, dan beberapa makam milik pemerintah sudah penuh.

"Iya sudah penuh, tetapi selama masih ada izin dari keluarga, bisa dilakukan sistem tumpang. (Di TPU Surabaya) ada yang sampai tumpang tiga, tumpang empat, kan secara agama juga diperbolehkan," tandas Didik. (*)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore