Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Maret 2025 | 03.35 WIB

Sampai Besok, dari Kolak hingga Bubur Pedas Ada di Festival Ramadan Nusantara

 
 

Warga saat berburu takjil di Festival Ramadan Nusantara (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com – Bagi pencinta kuliner khas Ramadan, Festival Ramadan Nusantara masih bisa dikunjungi hingga Sabtu (8/3). Beragam hidangan takjil, dari kolak pisang hingga bubur pedas khas Kalimantan, tersedia di acara yang digelar di GEBU Minang, Gayung Kebonsari, Surabaya ini. Festival ini menjadi tempat berburu menu berbuka puasa dengan cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebanyak 35 stan kuliner menawarkan aneka hidangan manis dan gurih yang cocok untuk berbuka. Pengunjung bisa menemukan berbagai takjil khas Nusantara, seperti es cendol, es pisang ijo, serabi kuah, hingga bubur sumsum. Selain itu, tersedia pula makanan berat seperti sate bandeng khas Banten dan pempek Palembang.
 
"Setiap sore, menjelang berbuka, stan-stan di sini mulai dipenuhi pengunjung. Banyak yang mencari takjil untuk dibawa pulang," ujar Rina, salah satu pengunjung festival kepada JawaPos.com.
 
Para pedagang juga merasakan manfaat dari ramainya festival ini. Siti, penjual pempek, mengaku omzetnya meningkat sejak bergabung dalam acara ini. "Alhamdulillah, meski sempat hujan deras, penjualan tetap ramai. Sehari bisa dapat lebih dari Rp1 juta,” katanya.
 
Hal serupa dialami Yanto, pedagang sate bandeng. "Festival ini sangat membantu UMKM seperti kami. Biaya sewanya murah, tapi pasarnya luas," ujarnya.
 
Sekretaris Panitia Festival Ramadan Nusantara, Trisiana Permata Lestari, mengatakan bahwa acara ini memang dirancang untuk mendukung pelaku UMKM, terutama ibu-ibu rumah tangga, agar bisa meningkatkan pendapatannya selama Ramadan. "Kami memberikan harga sewa yang sangat terjangkau, hanya Rp 25.000 per hari, sudah termasuk tenda, listrik, dan kebersihan," jelasnya.
 
Tak hanya soal kuliner, festival ini juga menghadirkan nuansa budaya yang kental. Setiap malam setelah salat tarawih, mahasiswa keturunan Minang menampilkan musik tradisional dan mengadakan sesi tadarus bersama. Hal ini semakin menambah semarak suasana Ramadan di lokasi acara.
 
Ketua Panitia Festival, Febe Poppy Enoch, berharap festival ini bisa menjadi agenda tahunan. "Kami ingin festival ini terus berjalan hingga 2029, agar semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati kekayaan kuliner Nusantara sekaligus membantu UMKM berkembang," katanya. Ramadan bukan hanya soal ibadah, tetapi juga momentum untuk berbagi berkah dan mempererat kebersamaan.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore