
ILUSTRASI: AI. (DEAN/JAWA POS)
Selama enam bulan, rumah Pudji –bukan nama sebenarnya– dikirimi mantra hitam. Ketika malam, dia mencium bau singkong bakar. Tetangganya menemukan bungkusan kain kafan di pekarangan. Teluh itu juga menyebabkan pertengkaran.
PUDJI gemar menghabiskan waktu senggangnya ketika malam sebelum tidur dengan menonton film. Dia bisa menamatkan hingga beberapa episode. Namun, malam itu suasananya begitu mencekam. Padahal, jarum jam baru menunjukkan pukul 20.00.
Nyaris tidak terdengar suara deru motor di jalanan dan keramaian anak-anak tetangga yang asyik bermain petak umpet. Malam itu begitu hening dan senyap. Saat menikmati serial film komedi, bulu tengkuk Pudji tiba-tiba berdiri. Dia merasa ada yang tidak beres.
’’Tiba-tiba kayak ada bau singkong bakar. Baunya sangat-sangat menyengat waktu itu,” ungkapnya.
Pudji teringat akan cerita neneknya. Bila mencium bau singkong bakar, tandanya ada makhluk halus yang datang. Bau itu identik dengan munculnya genderuwo. Dia cepat-cepat beranjak ke kamar dan memejamkan matanya.
Setelah itu, Pudji tak lagi berani begadang hingga larut malam. Suasana di kediamannya juga menjadi mencekam. ’’Teman-teman yang biasa ke rumah juga mulai jarang main. Katanya ada yang kayak bikin merinding,” ucapnya.
Temuan-temuan serupa dituturkan para tetangganya. Mulai bau bangkai yang menyeruak, belatung di depan gerbang, hingga bungkusan kain kafan di sudut pekarangan. Itu menjadikan suasana rumah di salah satu tepian Kota Surabaya tersebut semakin mengerikan. ’’Ada juga yang cerita kalau pas lewat depan rumah kayak dengar suara orang cekikikan. Padahal, di rumah lagi nggak ada orang,” papar anak sulung tersebut.
Kehangatan dan keceriaan keluarga yang biasa dirasakannya juga perlahan berubah menjadi muram. Ibu dan ayahnya kerap bertengkar. Pemicunya, bapaknya mulai berubah sikap menjadi pribadi yang keras dan temperamental. Keduanya bahkan sudah jarang berkomunikasi satu sama lain. Keretakan hubungan pasangan suami istri itu nyaris berujung pada perceraian.
Kemelut rumah tangga tersebut terus terjadi hingga teman lama ibunya, sebut saja Asih, tiba-tiba berkunjung ke rumah Pudji. ’’Padahal, sudah tahun-tahunan nggak pernah komunikasi sama temannya itu. Kayak tiba-tiba saja main ke rumah,” ujar Pudji.
Entah apa yang mendorong Asih mendatangi rumah Pudji. Namun, teman ibunya itu mendapatkan penerawangan gaib bahwa ada orang yang tidak senang terhadap keluarga Pudji. Orang tersebut sengaja mengirimkan teluh agar keluarga Pudji tak lagi harmonis.
Dengan menggulirkan untaian biji tasbih, Asih merapal doa-doa sembari berjalan ke penjuru rumah. Tak hanya itu, perempuan paro baya tersebut bahkan merukyah ibu Pudji.
Perlahan kehangatan keluarga Pudji mulai kembali. Ayahnya menjadi pribadi yang terbuka kepada istrinya. Dari penuturan ayahnya, didapati bahwa sebelumnya wajah ibu Pudji berubah menjadi nenek-nenek tua dengan kulit keriput dan wajah longsor. ’’Wajah ibu jadi mirip kayak nenek lampir katanya,” ungkap Pudji.
Namun, suasana mencekam masih tersisa di dalam rumah. Pihak keluarga kembali menghubungi Asih untuk meminta pertolongan. Asih lantas berkunjung dan menelisik ulang tiap-tiap sudut rumah. Di salah satu penjuru rumah didapati bungkusan rajah berisi doa dan setumpuk bunga beraneka rupa. ’’Ini punjernya (penyebabnya). Kiriman dari tetangga ada yang iri,” ucap Pudji menirukan pengakuan Asih.
Diduga, si tetangga punya dendam pribadi kepada keluarga Pudji. Bak senjata makan tuan, teluh yang berhasil diredam tersebut berbalik menyerang si pengirim. Kini tetangga itu menjadi sakit-sakitan serta hidup sendirian ditinggalkan anak menantunya. (leh/c7/aph)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
