Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Februari 2025 | 23.58 WIB

Diduga Mantra Hitam Kiriman Tetangga, Penghuni Rumah di Surabaya Diteror Genderuwo Setiap Malam, Rumah Tangga Nyaris Bubar

ILUSTRASI: AI. (DEAN/JAWA POS) - Image

ILUSTRASI: AI. (DEAN/JAWA POS)

Selama enam bulan, rumah Pudji –bukan nama sebenarnya– dikirimi mantra hitam. Ketika malam, dia mencium bau singkong bakar. Tetangganya menemukan bungkusan kain kafan di pekarangan. Teluh itu juga menyebabkan pertengkaran.

PUDJI gemar menghabiskan waktu senggangnya ketika malam sebelum tidur dengan menonton film. Dia bisa menamatkan hingga beberapa episode. Namun, malam itu suasananya begitu mencekam. Padahal, jarum jam baru menunjukkan pukul 20.00.

Nyaris tidak terdengar suara deru motor di jalanan dan keramaian anak-anak tetangga yang asyik bermain petak umpet. Malam itu begitu hening dan senyap. Saat menikmati serial film komedi, bulu tengkuk Pudji tiba-tiba berdiri. Dia merasa ada yang tidak beres.

’’Tiba-tiba kayak ada bau singkong bakar. Baunya sangat-sangat menyengat waktu itu,” ungkapnya.

Pudji teringat akan cerita neneknya. Bila mencium bau singkong bakar, tandanya ada makhluk halus yang datang. Bau itu identik dengan munculnya genderuwo. Dia cepat-cepat beranjak ke kamar dan memejamkan matanya.

Setelah itu, Pudji tak lagi berani begadang hingga larut malam. Suasana di kediamannya juga menjadi mencekam. ’’Teman-teman yang biasa ke rumah juga mulai jarang main. Katanya ada yang kayak bikin merinding,” ucapnya.

Temuan-temuan serupa dituturkan para tetangganya. Mulai bau bangkai yang menyeruak, belatung di depan gerbang, hingga bungkusan kain kafan di sudut pekarangan. Itu menjadikan suasana rumah di salah satu tepian Kota Surabaya tersebut semakin mengerikan. ’’Ada juga yang cerita kalau pas lewat depan rumah kayak dengar suara orang cekikikan. Padahal, di rumah lagi nggak ada orang,” papar anak sulung tersebut.

Kehangatan dan keceriaan keluarga yang biasa dirasakannya juga perlahan berubah menjadi muram. Ibu dan ayahnya kerap bertengkar. Pemicunya, bapaknya mulai berubah sikap menjadi pribadi yang keras dan temperamental. Keduanya bahkan sudah jarang berkomunikasi satu sama lain. Keretakan hubungan pasangan suami istri itu nyaris berujung pada perceraian.

Kemelut rumah tangga tersebut terus terjadi hingga teman lama ibunya, sebut saja Asih, tiba-tiba berkunjung ke rumah Pudji. ’’Padahal, sudah tahun-tahunan nggak pernah komunikasi sama temannya itu. Kayak tiba-tiba saja main ke rumah,” ujar Pudji.

Entah apa yang mendorong Asih mendatangi rumah Pudji. Namun, teman ibunya itu mendapatkan penerawangan gaib bahwa ada orang yang tidak senang terhadap keluarga Pudji. Orang tersebut sengaja mengirimkan teluh agar keluarga Pudji tak lagi harmonis.

Dengan menggulirkan untaian biji tasbih, Asih merapal doa-doa sembari berjalan ke penjuru rumah. Tak hanya itu, perempuan paro baya tersebut bahkan merukyah ibu Pudji.

Perlahan kehangatan keluarga Pudji mulai kembali. Ayahnya menjadi pribadi yang terbuka kepada istrinya. Dari penuturan ayahnya, didapati bahwa sebelumnya wajah ibu Pudji berubah menjadi nenek-nenek tua dengan kulit keriput dan wajah longsor. ’’Wajah ibu jadi mirip kayak nenek lampir katanya,” ungkap Pudji.

Namun, suasana mencekam masih tersisa di dalam rumah. Pihak keluarga kembali menghubungi Asih untuk meminta pertolongan. Asih lantas berkunjung dan menelisik ulang tiap-tiap sudut rumah. Di salah satu penjuru rumah didapati bungkusan rajah berisi doa dan setumpuk bunga beraneka rupa. ’’Ini punjernya (penyebabnya). Kiriman dari tetangga ada yang iri,” ucap Pudji menirukan pengakuan Asih.

Diduga, si tetangga punya dendam pribadi kepada keluarga Pudji. Bak senjata makan tuan, teluh yang berhasil diredam tersebut berbalik menyerang si pengirim. Kini tetangga itu menjadi sakit-sakitan serta hidup sendirian ditinggalkan anak menantunya. (leh/c7/aph)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore