
Umat Tionghoa saat beribadah merayakan Imlek 2025 di Klenteng Sanggar Agung, Surabaya. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com - Klenteng Sanggar Agung di Surabaya kembali menyambut perayaan Imlek tahun ini dengan suasana yang penuh makna. Mengusung tema "Perilaku Lurus Pemimpin Akan Meluruskan Hati Seluruh Rakyat", perayaan Imlek di klenteng ini tidak hanya dihadiri oleh umat yang merayakan, tetapi juga oleh banyak pengunjung yang datang untuk menikmati suasana kebersamaan.
Eka, seorang sukarelawan di Klenteng Sanggar Agung, menjelaskan bahwa mereka membuka pintu untuk umum, baik umat maupun non-umat. "Seperti biasa, kami open house, jadi tempat ibadah kami terbuka untuk umum. Bagi umat yang ingin bersembahyang, maupun bagi yang bukan umat, silakan datang. Kami ingin menciptakan suasana yang seperti tempat rekreasi," ujarnya, Rabu (29/1).
Perayaan Imlek tahun ini dilaksanakan dengan semangat untuk membawa kebaikan, baik dalam kesehatan maupun kehidupan secara keseluruhan. "Semangat yang ingin dimunculkan tahun ini adalah semoga segala hal menjadi lebih baik, terutama kesehatan bersama," ungkap Eka.
Klenteng ini juga mengundang banyak pengunjung, baik umat maupun non-umat, dengan perkiraan jumlah yang mencapai puluhan ribu orang. "Kami tidak pernah mencatat jumlah pastinya, tapi jelas ada puluhan ribu orang yang datang. Semakin sore, semakin ramai, apalagi malam pergantian tahun," tambahnya.
Pada tahun ini, shio yang dihadirkan adalah Ular dengan elemen Kayu. Eka menjelaskan bahwa dalam tradisi 12 shio dengan empat elemen, shio Ular memiliki sifat gesit dan mampu bertahan menghadapi segala situasi.
"Shio Ular ini mengajarkan kita untuk menjadi gesit dan kuat dalam menghadapi segala tantangan, seperti cuaca, kesehatan, dan ekonomi. Sedangkan Kayu, meski mudah rapuh, memiliki semangat untuk memberi semangat kepada yang lain," terangnya.
Perayaan Imlek kali ini dimulai sejak malam sebelumnya dan akan berlanjut hingga besok. Bagi umat yang datang untuk bersembahyang, mereka memulai dengan langkah-langkah simbolis, seperti mencuci tangan atau muka, yang melambangkan kebersihan sebelum memasuki tempat ibadah.
Setelah itu, mereka mengambil dupa dan membakarnya, lalu melanjutkan ke altar untuk berdoa. Salah satu ciri khas Klenteng Sanggar Agung adalah adanya 10 altar, yang masing-masing menggambarkan 9 guru atau nabi, serta satu altar yang khusus untuk Tuhan Yang Maha Esa.
"Altar itu merupakan perwujudan dari para guru dan nabi kita yang dihormati sejak ribuan tahun lalu. Di sini, umat bisa berdoa dengan bebas, yang penting adalah rasa syukur karena masih diberi kesempatan hidup," jelas Eka.
Untuk perayaan Imlek tahun ini, Klenteng Sanggar Agung buka mulai pukul 06.00 WIB pagi hingga 22.00 malam, dan kegiatan akan berlanjut hingga esok hari. Selain ritual sembahyang, pengunjung juga dapat menikmati suasana sekitar dan beberapa pedagang yang membuka lapak di sekitar klenteng.
Dengan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, perayaan Imlek di Klenteng Sanggar Agung menjadi momen penting untuk merayakan tahun baru dengan penuh harapan dan semangat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
