
Alfian Andhika Yudhistira, mahasiswa tunanetra pertama di Unair meraih gelar Magister (S2) Kebijakan Publik. (Humas Unair)
JawaPos.com–Momen mengharukan terjadi di Wisuda Periode 245 Universitas Airlangga (Unair). Alfian Andhika Yudhistira, mahasiswa tunanetra pertama di Unair, meraih gelar Magister (S2) Kebijakan Publik.
Wisuda di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C, pada Minggu (22/11), menjadi saksi perjuangan luar biasa Alfian dalam menuntut ilmu di tengah keterbatasan. Alfian, yang lulus sebagai wisudawan S2 Kebijakan Publik, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas segala bantuan yang diterima selama menjalani studi di Unair. Dia merasa sangat terbantu teman-teman sekelasnya yang selalu siap memberikan dukungan dan pendampingan.
”Meskipun saya tunanetra pertama, saya merasa diperlakukan baik sekali di UNAIR selama saya berkuliah. Saya jarang mendapat pendamping dari luar kelas karena teman-teman sekelas saya sudah bisa menjadi pendamping,” ujar Alfian dengan penuh haru.
Alfian, yang merupakan anak keempat dari lima bersaudara, berhasil menjadi anak pertama dalam keluarganya yang meraih gelar S2.
”Saya tunanetra satu-satunya di keluarga. Saya anak keempat, tapi yang pertama S2. Ibu saya ibu rumah tangga dan bapak saya tukang tambal ban, tetapi saya bangga menjadi bagian dari mereka,” ungkap Alfian Andhika Yudhistira dengan penuh rasa bangga.
Sebelum menempuh program magister Kebijakan Publik, Alfian menyelesaikan pendidikan S1 di Program Studi Antropologi FISIP Unair. Dengan bekal ilmu yang didapatkan dari S1 hingga S2, Alfian berharap dapat memberikan kontribusi untuk menciptakan Indonesia yang lebih inklusif.
”Saya berterima kasih sudah diberi kesempatan untuk S1 Antropologi dan S2 Kebijakan Publik. Semoga dengan ilmu budaya dan kebijakan yang saya miliki, kedepan saya dapat berkontribusi lebih banyak untuk membuat Indonesia yang lebih inklusif,” harap Alfian Andhika Yudhistira.
Aktif menyuarakan isu disabilitas, Alfian kini juga gencar menyebarkan kesadaran mengenai pentingnya inklusivitas untuk kelompok berkebutuhan khusus melalui media sosial. Dia berharap masyarakat semakin peka terhadap isu disabilitas.
”Yang saya lakukan saat ini adalah bagaimana saya menularkan isu-isu disabilitas melalui sosial media dan itu harus dilakukan dengan bahagia. Disabilitas itu harus bahagia,” tutur Alfian Andhika Yudhistira dengan penuh semangat.
Alfian juga memberikan pesan kepada seluruh hadirin wisuda untuk selalu berkontribusi kepada negara, dengan cara apapun yang mereka miliki.
”Semoga kita bersama-sama menjadi insan yang excellent with morality dan bisa berkontribusi pada negara dengan apa yang kita miliki,” ucap Alfian Andhika Yudhistira.
Perjalanan Alfian Andhika Yudhistira menjadi simbol keberhasilan dalam melawan keterbatasan, serta semangat pantang menyerah dalam mencapai cita-cita. Gelar magister yang diraih bukan hanya sekadar prestasi pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang memiliki disabilitas, bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih impian dan berkontribusi bagi negara.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
