Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 November 2024 | 03.48 WIB

Perempuan Berkerudung yang Masuk ke Dalam Gereja St Stefanus Surabaya dan Membawa Senjata Tajam Berasal dari Madura

Perempuan berkerudung yang masuk ke dalam Gereja dan membawa senjata tajam sedang ditanyai jemaat Gereja. (Instagram @lyana.lukito) - Image

Perempuan berkerudung yang masuk ke dalam Gereja dan membawa senjata tajam sedang ditanyai jemaat Gereja. (Instagram @lyana.lukito)

JawaPos.com - Masyarakat Surabaya baru-baru ini digegerkan dengan aksi nekat seorang perempuan berkerudung, yang membawa senjata tajam (sajam) berupa pisau ke dalam Gereja. Setelah ditelusuri lebih jauh, kejadian tersebut terjadi di Gereja Katolik St Stefanus Tandes, Jalan Manukan Rukun, Lontar Sambikerep, Surabaya. Tepatnya sebelum misa pagi.

Aksi nekat perempuan itu dibagikan oleh akun Instagram @doominic.id, Rabu (20/11). Tak berselang lama, pemilik akun instagram @lyana.lukito turut membagikan insiden itu.

Video berdurasi 1 menit 30 detik itu menampilkan jemaat dan pengurus gereja, yang sedang mewawancarai perempuan yang membawa sajam.

Dalam video, perempuan tersebut tampak duduk di bangku Gereja. "Oh jatuh ya," ujar yang bersangkutan sambil melihat senjata tajamnya yang jatuh ke lantai.

Seorang jemaat laki-laki kemudian memastikan benda yang jatuh, yang diduga pisau dapur sudah diamankan. "Sudah, sudah kami amankan. Kami yakin Anda orang baik," ucap sang jemaat.

Perempuan yang membawa pisau di Gereja Katolik St. Stefanus Tandes itu mengaku berusia 18 tahun dan belum memiliki KTP. Ia juga berasal dari Pulau Madura.

"Kamu dari Madura langsung ke sini, kok tahu alamatnya sini siapa yang ngasih tahu alamatnya?" tanya salah seorang jemaat yang berada di Gereja.

Namun, perempuan tersebut justru memberikan penjelasan yang ambigu. "Allah Ta'ala yang nyuruh," ucapnya. "Allah Ta'ala itu orang?" cecar seorang jemaat Gereja sekali lagi.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanty Nainggolan membenarkan kejadian itu. "Yang di Gereja, iya benar," ujarnya kepada JawaPos.com baru-baru ini.

AKP Rina juga membenarkan kronologi kejadian yang diuraikan akun Instagram @doominic.id. Dari penyelidikan sementara, perempuan tersebut hanya seorang diri. Artinya, tidak ada pelaku lain.

"Yang jelas berita itu benar, yang bersangkutan sekarang lagi diobservasi di Rumah Sakit Jiwa Menur. Observasinya selama dua minggu. Itu saja yang bisa saya konfirmasi," jelasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore