
Ilustrasi. JENAZAH PEMBUNUHAN
JawaPos.com – HMD, santri salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Kedamean, diamankan Satreskrim Polres Gresik. Dia diduga menghantam kepala seniornya, AKH, dengan batu bata ringan hingga meninggal dunia. Aksi itu dilakukan karena tersulut emosi.
Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Hepi Muslih Riza mengatakan, kejadian itu bermula ketika HMD dan 7 temannya keluar ponpes tanpa izin pada Jumat (1/11) pagi. AKH yang bertugas sebagai tim keamanan ponpes mencari delapan santri itu. Dia mendapati enam teman HMD kembali ke ponpes pada malam hari. ”Korban langsung memberikan hukuman dengan menggunduli kepala santri-santri itu,” terangnya.
Menurut Hepi, hukuman memangkas rambut yang diberikan korban itu merupakan hal lumrah bagi pelanggar aturan di ponpes. Tapi, itu membuat HMD yang baru kembali ke ponpes bersama satu temannya sekitar pukul 21.00 tersulut emosi. Dia terkejut setelah mengetahui rekan-rekannya digunduli. ”Pelaku langsung emosi. Alasannya, korban sudah sering kali memberikan hukuman di luar batas,” ujar Hepi.
HMD Rancang Aksi Balas Dendam
HMD merencanakan aksi balas dendam. Pada Jumat (1/11) sekitar pukul 01.00, pelaku menuju kamar korban yang terletak di lantai 2 ponpes. Remaja asal Wringinanom itu membawa batu bata ringan untuk menghajar korban yang sedang tertidur lelap. ”Kepala korban langsung dihantam tiga kali. Cukup keras,” terang Hepi.
Pukulan keras AMD ke kepala korban itu sampai membuat batu bata ringan yang dibawa terbelah menjadi tiga bagian. Korban terluka hingga meninggal dunia.
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, satu balok batu bata ringan yang sudah terbelah menjadi tiga. Aksi HMD menghajar korban juga terekam jelas CCTV kamar. ”Pelaku sempat pulang ke rumahnya setelah menghajar korban. Namun, sudah kami amankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” tutur Hepi.
Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan menyatakan, terduga pelaku didampingi Balai Pemasyarakatan (Bapas) Surabaya lantaran HMD masih berusia di bawah umur. ”Statusnya sebagai anak yang berhadapan dengan hukum (ABH),” tutur alumnus Akpol 2015 itu.
Aldhino memastikan proses hukum terus berlanjut. Dari hasil pemeriksaan awal, motif pelaku disebabkan dendam pribadi. ”Untuk unsur-unsur lainnya masih kami dalami,” tuturnya.
Respons PCNU Gresik
Sekretaris PCNU Gresik Mohammad Syifaul Fuad prihatin terhadap peristiwa tersebut. Pihaknya berharap ada perubahan pola pendidikan di lingkungan ponpes. Khususnya dalam hal pembinaan dan pemberian sanksi. ”Dengan menyesuaikan karakter generasi saat ini. Tanpa meninggalkan pendidikan karakter sesuai dengan syariat,” jelasnya.
Fuad mendukung penuh proses hukum yang tengah berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. ”Kasus ini menjadi pelajaran bagi pengasuh ponpes lainnya agar peristiwa serupa tidak terulang,” ujarnya.
Kemenag Gresik Akan Investigasi Perizinan Ponpes
Kepala Kemenag Gresik Pardi menerjunkan tim untuk memonitor kasus tersebut. Tujuannya, mendalami kejadian penganiayaan yang berujung satu santri meninggal.
”Kemarin (Sabtu, Red) siang kami monitor ke pondok. Sayangnya, kami tidak bertemu pengasuh ponpes,” terangnya. Dari laporan yang didapatkan, pengasuh ponpes tengah menjalankan ibadah umrah sehingga kondisi pondok pesantren hanya diawasi para pengurus senior.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
