
Kelompok pecinta Nahdlatul Ulama (NU) atau Muhibbin asal Surabaya meradang hingga melapor ke Polrestabes Surabaya.
JawaPos.com–Ali Mahfud, muhibbin atau pencinta Nahdlatul Ulama asal Surabaya membeberkan alasan mengapa membawa kasus dugaan pelecehan logo Nahdlatul Ulama ke ranah hukum. Yakni, melapor ke Polrestabes Surabaya.
”Saya pernah menapaktilasi bagaimana logo Nahdlatul Ulama atau NU itu dibuat. Jadi, saya merasa tersakiti dan kecewa berat sekali kenapa harus logo NU dibegitukan,” kata Ali kepada JawaPos.com saat dihubungi.
Selain itu, Ali menambahkan, dia juga pernah terlibat dalam membuat teater. Teater berjudul Kanvas Sunyi Kiai Ridwan, pencipta lambang NU.
Baca Juga: Tak Terima Logo Nahdlatul Ulama Diganti Ulama Nambang, Muhibbin asal Surabaya Lapor ke Polisi
Sebelumnya,

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
