Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Februari 2024 | 00.12 WIB

Cegah Terjadi Tumpukan Sampah di Sekitar Terminal Purabaya Sidoarjo, Berikut Langkah dari Pihak DLH

Kondisi tumpukan sampah yang menggunung di belakang Terminal Purabaya. - Image

Kondisi tumpukan sampah yang menggunung di belakang Terminal Purabaya.

JawaPos.com - Gunungan sampah di Terminal Purabaya telah dibersihkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Sidoarjo.

Hal tersebut merespon atas viralnya video melubernya sampah hingga memakan bahu jalan di dekat Terminal Purabaya Sidoarjo.

Dilansir dari Radar Sidoarjo pada Selasa (27/2), tempat tersebut sudah lebih bersih dari sebelumnya. Tak banyak sampah dan bus melaju dengan leluasa.

Kepala UPT TPA Griya Mulya DLHK Sidoarjo, Hajid Arif Hidayat mengatakan selepas pembersihan pihaknya berencana melakukan pengawasan sampah dari warga Desa Bungurasih. Karena itu ia akan menyiapkan armada untuk mengangkut sampah tersebut.

"Kami setiap hari akan menyiapkan setidaknya satu armada truk untuk mengangkut sampah tersebut ke TPA Jabon, namun kami mengharap sampah tersebut dipilah terlebih dahulu," ujarnya kepada Radar Sidoarjo.

Dia menjelaskan pemilahan sampah seharusnya dilakukan sebelum di buang ke TPST. Hal tersebut untuk mengurangi volume sampah di TPA Jabon.

"Sampah terlebih dahulu dilakukan pemilihan sebelum dibuang, tujuannya untuk mengurangi volume sampah, sehingga tidak mudah menimbulkan penumpukan sampah," jelasnya.

Sementara itu, Korsatpel Terminal Purabaya, Ahmad Badik menyebut bahwa pihaknya akan bersama DLHK Sidoarjo untuk pengolahan sampah di TPST areal terminal.

Supaya tak ada lagi sampah yang menumpuk. Terlebih meluber hingga memakan bahu jalan. "Agar tidak terulang terjadinya gunungan sampah lagi, langkah awalnya tidak hanya ditampung namun langsung dibuang ke TPA," ujarnya.

Dalam pengelolaan sampah, pihaknya berencana melibatkan masyarakat sekitar. Hal tersebut sebagai upaya sekaligus untuk memberdayakan masyarakat sekitar.

Badik menambahkan sebelum dikirim ke TPA Jabon, sampah tersebut akan dilakukan pemilahan dari yang produktif dengan limbah.

Nantinya diolah lagi menjadi pupuk organik dan magot. Dengan sistem tersebut reduksi yang dihasilkan akan menjadi lebih sedikit.

"Akan segera kami laksanakan, tapi awal harus dilakukan clean up, kemarin karena dibutuhkan area untuk pengelolaan ditahap awal dilakukan pendampingan oleh DLHK Sidoarjo," tutupnya.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore