
Gerakan Pangan Murah yang pertama kali digelar Pemkot Surabaya di Rusun Penjaringansari. (FOTO: SURYANTO/RADAR SURABAYA)
JawaPos.com - Dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan, gelaran rutin Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Kali ini, kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh pemkot di berbagai wilayah secara bergiliran ini berlangsung di Halaman Rusun Penjaringansari, Surabaya, pada Kamis (1/2).
Laporan Radar Surabaya (JawaPos Grup), pada Sabtu (3/2), Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengungkapkan bahwa warga sangat antusias.
Menurutnya, satu jam sebelum dibukanya kegiatan GPM tersebut, para warga bahkan telah memadati Halaman Rusun Penjaringansari untuk memboyong sejumlah bahan pokok yang jadi incarannya.
“Kegiatan rutin ini kami gelar untuk stabilisasi pangan dan penanganan inflasi dengan menyediakan harga pangan lebih murah dari harga pasar untuk kebutuhan masyarakat,” jelas Antiek.
Dalam kegiatan GPM tersebut, pemkot menyediakan sejumlah bahan pokok. Diantaranya, beras 5 ton, minyak 2.400 liter, gula 250 kg, ayam 100 ekor, dan telur 150 kg.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Gelar Pembinaan Petugas Ketertiban TPS, Dibuka Langsung oleh Wali Kota Eri Cahyadi
Ada juga cabai merah merah besar @150 gram sebanyak 50 bungkus, cabai rawit @200 gram sebanyak 100 bungkus, bawang putih @300 gram sebanyak 103 bungkus, dan bawang merah @250 gram sebanyak 100 bungkus.
“DKPP Kota Surabaya juga melibatkan banyak pihak. Di antaranya, Bulog, Rumah Potong Hewan (RPH), para distributor, kelompok tani, kelompok nelayan budidaya ikan, hingga UMKM setempat,” ucapnya.
Antiek menyebut, keberlangsungan GPM ini tak lepas dari adanya kolaborasi antara DKPP bersama dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya.
Tujuan utama diadakannya GPM, menurut Antiek hal ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan kepastian kepada bahwa ketersediaan dan harga barang pokok sangat aman dan terkendali.
Disisi lain, setiap satu bulan sekali di hari Kamis, DKPP bersama Dinkopumdag juga terus menggelar Bazar Murah yang biasa dijumpai di tingkat RW maupun kelurahan. Kegiatan tersebut dilakukan secara bergantian dan berputar di setiap wilayah Kota Surabaya seperti halnya GPM.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Gelar Pembinaan Petugas Ketertiban TPS, Dibuka Langsung oleh Wali Kota Eri Cahyadi
“Yang jelas persediaan kita sangat cukup dan sangat aman, harga juga masih terkendali. Seperti Bulog tidak hanya menyediakan beras SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan) tetapi juga beras premium, masyarakat bisa menikmati dengan harga di bawah harga pasar,” tegasnya.
Sementara itu, Yuli Astuti, warga Jalan Tambak Medokan Ayu Kota Surabaya yang mengikuti kegiatan GPM, mengatakan bahwa GPM sangat bermanfaat bagi warga. Pasalnya, ia jadi bisa membeli beras dengan harga yang lebih murah di pasaran.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
