
ERA BARU: Kadishub Kota Surabaya Tundjung Iswandaru (kanan) saat memberikan barcode QRIS kepada juru parkir di Jalan Tunjungan, Surabaya, bersama jajaran Paguyuban Jukir Surabaya, Kamis (1/2).
JawaPos.com – Parkir nontunai resmi diterapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya secara bertahap. Kemarin (1/2) pembayaran lewat QRIS mulai diberlakukan di ratusan titik.
Opsi membayar tunai masih tersedia. Namun, rencananya digitalisasi terus dioptimalkan Pemkot Surabaya. Tujuannya adalah memaksimalkan pendapatan anggaran daerah (PAD) dari parkir.
Kepala Dishub Kota Surabaya Tundjung Iswandaru menyampaikan, di antara total target 1.370 titik parkir, pembayaran parkir nontunai masih diterapkan di 322 titik di ibu kota Jawa Timur tersebut. Di antaranya, di Jalan Tunjungan, Embong Malang, dan Taman Apsari. Penerapan ini juga dilakukan atas kesepakatan dengan Paguyuban Jukir Surabaya (PJS). Pembayaran parkir secara nontunai diterapkan bertahap karena melihat jumlah titik parkir yang ada. Juga, kesiapan QRIS untuk pembayaran.
Menurut Tundjung, bagi hasil langsung masuk ke rekening jukir (juru parkir). Karena itu, jukir wajib memiliki QRIS dan buku rekening. ”Sekarang dilakukan pendataan ke semua jukir,” kata Tundjung.
Total jukir utama yang terdaftar di dishub sekitar 1,7 ribu orang. Namun, yang tergabung sekarang baru 376 jukir. Mereka sudah menyerahkan berkas untuk pembuatan rekening di Bank Jatim.
Tundjung menyatakan, saat ini pembayaran voucher masih dilakukan di Taman Bungkul dan balai kota saja. Tempat lainnya masih dalam proses, termasuk di Jalan Tunjungan. Sosialisasi nanti berlangsung bertahap di semua tempat.
Menurut dia, evaluasi QRIS dilakukan berkala. Termasuk terkait dengan notifikasi pembayaran QRIS bisa masuk ke HP jukir. Bagi yang tidak memiliki e-money, pembayaran masih bisa dilakukan secara tunai karena jukir masih membawa karcis. ”Ini proses transisi menuju pembayaran full nontunai,” terangnya di Jalan Tunjungan kemarin.
Kepala UPT Parkir Dishub Jeanne Mariane Taroreh mengungkapkan, titik parkir lainnya masih dalam proses. Koordinasi dengan PJS disebutnya juga berlangsung baik. Dishub terus memonitor kondisi di lapangan. Termasuk pendapatan jukir. ”Jadi, ini masih proses. Harapannya, di semua titik ada pembayaran nontunai,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum PJS Izul Fiqri menjelaskan, penolakan sebelumnya dipicu beberapa hal yang membuat para jukir khawatir. Terutama soal kesejahteraan. Karena itu, diskusi dengan wali kota dilakukan. Termasuk harus ada evaluasi ke depannya. ”Kami ingin menunjukkan jukir punya sumbangsih untuk Kota Surabaya,” tegasnya.
Izul menambahkan, pembagian bagi hasil juga membuat jukir khawatir. Terutama di titik parkir yang sepi. Misalnya, pendapatan mereka sehari Rp 100 ribu. Dengan sistem bagi hasil nontunai, 60 persen diperuntukkan pemkot, 35 persen bagi jukir, dan 5 persen untuk koordinator parkir. Hasilnya tentu kurang untuk memenuhi kebutuhan jukir. Karena itu, pihaknya meminta nanti dilakukan evaluasi sehingga kesejahteraan jukir bisa terjamin.
Sementara itu, Kasubbag TU UPT Parkir Dishub Afan Abdillah menyebutkan, ada 752 petugas dishub yang mengawasi di lapangan. Sekaligus membantu sosialisasi bagi pengguna parkir. Harapannya, penerapan pembayaran parkir secara nontunai itu berjalan lancar dan berdampak pada PAD. ”Terkait dengan kesejahteraan jukir, nantinya ada evaluasi agar sama-sama enak,” jelasnya. (omy/c14/ttg)

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
