
TERHAMBAT: Keinginan warga untuk menikmati kawasan heritage Bandar Grissee dengan naik bus wisata terhambat cuaca. Baru beroperasi dua hari pada Sabtu (20/1) dan kemarin (21/1).
JawaPos.com – Beroperasinya bus wisata Bandar Grissee disambut baik oleh masyarakat. Pada akhir pekan pertama Sabtu (20/1) dan kemarin (21/1), tiket untuk penumpang tercatat ludes. Namun, pengoperasian bus masih terkendala cuaca.
Bus beroperasi perdana untuk wisata pada Sabtu. Dalam tiga kali jadwal sehari, bus tersebut penuh.
”Sejak Jumat, tiket terjual habis. Sebab, tiketnya bisa dibeli secara online,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, serta Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Pemkab Gresik Saifudin Ghozali kemarin.
Menurut dia, jika ingin naik bus wisata Bandar Grissee, warga bisa mengunjungi website disparekrafbudpora atau men-scan barcode yang sudah disebar. Namun, tidak tertutup kemungkinan bagi masyarakat yang ingin naik langsung di lokasi.
”Tapi, diprioritaskan yang sudah registrasi online dulu. Jika masih ada kursi kosong, baru bisa naik langsung,” ujar Saifudin.
Namun, melihat hari pertama operasional, bus berkapasitas 40 penumpang itu selalu ramai. Karena itu, pihaknya menyarankan agar calon penumpang bus melakukan pendaftaran secara online.
Meski disambut antusias, bus berwarna kecokelatan tersebut tidak akan beroperasi jika hujan turun demi kenyamanan dan keselamatan penumpang.
Para penumpang bus tidak hanya mengelilingi kawasan Bandar Grissee di tujuh ruas jalan. Wisatawan juga dipandu pemandu wisata yang bakal menjelaskan isi dari wisata Bandar Grissee.
”Di sini kan wisata kota lama. Sembari bus berjalan, dijelaskan isi Bandar Grissee. Cukup dengan tiket Rp 5 ribu,” jelas guide Susur Bandar Grissee Imam Wahyu.
Bus wisata ini start di depan GNI di Jalan Pahlawan. Kemudian, bus berjalan menuju Alun-Alun di Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Raden Santri–kawasan heritage Bandar Grissee di Jalan Basuki Rahmat–AKS Tubun, kampung Arab di Jalan KH Zubair–Jalan Agus Salim, dan finis di GNI.
Lalu, bus berhenti di Jalan Basuki Rahmat. Namun, penumpang tidak diperbolehkan turun.
Bus tersebut hanya beroperasi akhir pekan dan pada jam tertentu. Yakni, pukul 15.00–17.00, pukul 18.30–19.30, dan pukul 19.30–21.00. Tiketnya dibanderol Rp 5 ribu untuk umum dan Rp 3 ribu untuk pelajar. (son/c14/diq)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
