Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Januari 2024 | 05.12 WIB

Ratusan Ojol Perempuan di Surabaya Keluhkan Kurang Akses Kesehatan dan Ketenagakerjaan

Lebih kurang 200 driver ojek online perempuan berkeluh kesah terkait kesejahteraan dalam diskusi bersama Generasi Merdeka di Surabaya. - Image

Lebih kurang 200 driver ojek online perempuan berkeluh kesah terkait kesejahteraan dalam diskusi bersama Generasi Merdeka di Surabaya.

JawaPos.com–Lebih kurang 200 driver ojek online perempuan berkeluh kesah terkait kesejahteraan dalam diskusi bersama Generasi Merdeka di Surabaya. Terutama di sektor kesehatan dan keamanan dalam bekerja (ketenagakerjaan).

Deputi Inklusi TPN Ganjar-Mahfud Jaleswari Pramodhawardhani mengatakan, kondisi yang terjadi saat ini adalah para driver ojek online (ojol) khususnya perempuan di lapangan itu belum mendapatkan perlindungan yang nyata.

”Misalnya, jam kerja mereka yang melampaui batas. Kemudian, bagaimana relasi dengan perusahaan penyedia jasa layanan transportasi online ini juga kurang. Jadi, hal itu yang perlu diperbaiki di kondisi lapangan,” terang Jaleswari.

Jaleswari mengungkapkan, pekerja driver ojol perempuan juga menjadi bagian penggerak roda ekonomi negara. Sehingga, sudah sepatutnya negara hadir di dalamnya. Belum lagi, lanjut dia, driver ojol perempuan yang minim terhadap akses kesehatan dan ketenagakerjaan sebagai penjamin keamanan bekerja.

”Disampaikan oleh ratusan ojol perempuan, mereka sudah menerima kartu kesehatan misalnya. Tapi, mereka tidak tahu bagaimana menggunakannya,” tutur Jaleswari Pramodhawardhani.

Karena itu, kata Jaleswari, perlu adanya pendampingan dalam hal peningkatan keterampilan bagi para ojol perempuan ke depannya. Saat ini, skema perlidungan dan rumah keterampilan tengah dimatangkan terus oleh Ganjar-Mahfud.

”Seperti yang disampaikan Pak Mahfud soal rumah keterampilan. Ini nanti yang jelas adalah visinya bergerak untuk memberikan keterampilan kepada para ojol perempuan,” tambah Jaleswari Pramodhawardhani.

Terpisah, Pembina Generasi Merdeka Evi Ratnasari menyatakan, pihaknya akan terus mengumpulkan kelompok-kelompok sosial terutama kelompok perempuan. Pihaknya berkomitmen untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat serta pengawalan janji dari Ganjar-Mahfud.

”Kami juga akan bergerak untuk mendengarkan aspirasi-aspirasi para perempuan. Nanti juga bakal ada diskusi bareng petani perempuan,” papar Evi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore