Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
JawaPos.com–Pemerintah Kota Pemkot) Surabaya dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) membuat hal baru. Yakni Warung TPID untuk mengendalikan inflasi.
Warung TPID itu dibuat di pasar-pasar di Kota Surabaya. Tujuannya untuk menstabilkan harga bahan pokok. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, untuk menstabilkan harga bahan pokok sesuai pasaran, semua pasar di Kota Surabaya dibuatkan warung TPID. Pembuatan warung TIPD sudah dilakukan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya.
”Di Warung TPID itu, sementara dijual beras, minyak dan gula,” ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dikutip Antara.
Jika ada masyarakat Surabaya yang membeli bahan pokok dengan harga tinggi, bisa langsung mencari warung TPID. Adanya warung TPID itu diharapkan membuat para pedagang pasar tidak sembarangan menaikan harga bahan pokok.
”Ini hasil diskusi TPID dengan semua stakeholder di Surabaya, sehingga kami terus bersinergi untuk menjaga stabilitas harga di Surabaya. Insya Allah kalau kita bergerak bersama pasti bisa mengendalikan inflasi Surabaya,” ujar Eri.
Direktur Utama PD Pasar Surya Agus priyo mengungkapkan, Pemkot Surabaya melalui TPID sedang berusaha menekan inflasi. Kegiatan operasi pasar yang dilakukan di pasar-pasar tradisional, ditambah saat ini adanya warung TPID.
Lima pasar tradisional yang akan dibuatkan warung TPID yakni Pasar Wonokusumo, Pasar Pucang Anom, Pasar Genteng Baru, dan Pasar Tambak Rejo. Dari empat pasar itu hanya ada satu pasar yang dikelola swasta.
”Ini adalah salah satu upaya dari Pemkot Surabaya untuk menekan atau mengendalikan inflasi, khususnya untuk komoditas beras. Di lima pasar ini didirikan Warung TPID,” ujar Agus Priyo.
Menurut Agus, warung TPID berfungsi sebagai tempat yang menyediakan komoditas tertentu (beras). TPID juga bekerja sama dengan Bulog untuk menyediakan beras tersebut.
Agus mengungkapkan, TPID bisa menekan kenaikan harga atau kelangkaan bahan pokok.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
