
Tim BPBD Jatim melakukan kegiatan peningkatan kapasitas kebencanaan kepada siswa SDN Menanggal 601, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya, Selasa (24/10).
JawaPos.com–Selain berfokus melakukan aksi tanggap darurat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah tempat, Tim BPBD Jatim saat ini juga tetap intens melakukan kegiatan peningkatan kapasitas kebencanaan kepada kelompok rentan. Salah satu contohnya, seperti yang diberikan kepada siswa SDN Menanggal 601, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya, Selasa (24/10).
Sedikitnya, 82 siswa dengan 8 guru pendamping dari sekolah ini mengikuti kegiatan pembelajaran kebencanaan yang diberikan Tim BPBD Jatim di kawasan Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina), Kantor BPBD Jatim. Selain pengenalan potensi beragam jenis bencana, para siswa juga dikenalkan cara penyelamatan saat menghadapi bencana gempa bumi, seperti, cara berlindung diri dengan kursi saat terjadi gempa.
Kecuali itu, para siswa juga dikenalkan dengan berbagai literasi kebencanaan, baik dalam bentuk buku maupun video touchscreen di Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) dan Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina). Di akhir pembelajaran, semua siswa juga diajak berlatih simulasi penanganan darurat bencana gempa bumi.
Selain siswa SDN Menanggal, pekan lalu kegiatan serupa juga telah diikuti TK-PAUD Dharma Wanita Persatuan (DWP) Wonocolo Sepanjang Sidoarjo, TK-PAUD Soda Harapan Waru, dan KB-PAUD Yayasan Pendidikan Organisasi Bank Indonesia (YASPORBI) Surabaya.
Semarak pembelajaran kebencanaan itu, juga berlangsung pada awal Oktober yang diikuti siswa MINU Waru II dan siswa SD Kyai Ibrahim, Sidoarjo. Selanjutnya, secara bergiliran kunjungan pembelajaran kebencanaan juga akan dilakukan siswa SDN Kupang Krajan Surabaya dan SDN Tropodo, Sidoarjo.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto saat ditemui di kantornya mengatakan, 14 potensi bencana yang dimiliki Jawa Timur saat ini memang harus terus disosialisasikan kepada semua masyarakat, tidak terkecuali anak-anak siswa TK-SD yang masuk kelompok rentan. Pembelajaran kebencanaan sejak dini itu, sangat penting mengingat mereka yang akan terdampak langsung saat terjadi bencana.
”Dengan materi yang telah diberikan, setidaknya, mereka tahu cara melindungi diri dan mengevakuasi diri saat terjadi bencana. Inilah bagian dari upaya pengurangan risiko bencana yang kita sosialisasikan kepada masyarakat,” terang Gatot.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
